Aktivis Wanita Arab Saudi Dipenjara, Disiksa, dan Diadili ala Teroris

Kompas.com - 30/11/2020, 16:07 WIB
Loujain Al Hathloul, aktivis Arab Saudi. FACEBOOK LOUJAIN AL HATHLOULLoujain Al Hathloul, aktivis Arab Saudi.

RIYADH, KOMPAS.com - Pengadilan terhadap aktivis perempuan Arab Saudi terkemuka Loujain Al Hathloul akan dipindahkan ke pengadilan yang didirikan untuk mengawasi kasus-kasus terorisme, demikian kata keluarganya pada Rabu (26/11/3030).

Dikutip dari Associated Press, rujukan kasus Loujain Al Hathloul ke Pengadilan Kriminal Khusus adalah kemunduran bagi upaya untuk mendorong pembebasan Al Hathloul secepatnya, dan berarti dia akan menghadapi tuduhan terkait terorisme dan keamanan nasional. Ia telah dipenjara selama 2,5 tahun.

Dikutip dari AFP, Pengadilan Kriminal Khusus (SCC) didirikan pada 2008 untuk menangani kasus-kasus terkait terorisme, tetapi telah banyak digunakan untuk mengadili para pembangkang politik dan aktivis hak asasi manusia. Pengadilan ini kontroversial karena sifatnya yang tertutup.

Baca juga: Pemberontak Houthi Serang Yaman Utara, 8 Tentara Arab Saudi Tewas

Dalam laporan awal tahun ini, Amnesty International mengatakan pengadilan rahasia itu digunakan untuk membungkam suara-suara kritis dengan kedok memerangi terorisme.

Berbagai kasus dibawa ke pengadilan ini dengan menggunakan undang-undang anti-terorisme yang mengkriminalisasi berbagai tindakan seperti misalnya penghinaan pemerintah atau ''tidak mematuhi penguasa“.

Menurut laporan setebal 53 halaman itu, pengadilan tersebut telah digunakan sebagai ''senjata represi'' untuk memenjarakan para kritikus damai, aktivis, jurnalis, ulama dan lainnya.

Amnesty International mengatakan, telah mendokumentasikan banyak kasus persidangan yang diadakan secara rahasia di pengadilan tersebut.

"Pemerintah Saudi bisa saja memutuskan untuk mengakhiri mimpi buruk dua tahun bagi pembela hak asasi manusia Loujain Al Hathloud yang pemberani," kata Lynn Maalouf dari Amnesty International dalam pernyataannya.

"Sebaliknya, dalam gerakan yang dianggap mengganggu, mereka memindahkan kasusnya ke sebuah institusi yang biasa membungkam perbedaan pendapat dan terkenal karena menjatuhkan hukuman penjara yang lama setelah persidangan yang cacat serius," tambahnya sebagaimana dikutip AFP.

Baca juga: Jasad Wanita Diduga WNI Ditemukan di Dalam Koper di Mekah, Arab Saudi

Al Hathloul adalah salah satu aktivis hak perempuan paling terkemuka di Arab Saudi. Dia ditahan di tengah aksi keras besar-besaran yang dipelopori oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang telah mengantarkan banyak hal menjadi lebih reformis tetapi secara bersamaan menekan aktivis yang sekian lamanya mendorong perubahan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bernie Sanders Manfaatkan Meme Viral untuk Himpun Uang

Bernie Sanders Manfaatkan Meme Viral untuk Himpun Uang

Global
Kisah di Balik Kue-kue Italia yang Bentuknya Tak Senonoh

Kisah di Balik Kue-kue Italia yang Bentuknya Tak Senonoh

Global
33 Anak Hilang Ditemukan dalam Operasi Anti Perdagangan Manusia

33 Anak Hilang Ditemukan dalam Operasi Anti Perdagangan Manusia

Global
Selandia Baru Selidiki Kasus Covid-19 Komunitas Pertama Kali Setelah Sekian Bulan

Selandia Baru Selidiki Kasus Covid-19 Komunitas Pertama Kali Setelah Sekian Bulan

Global
PM Kanada Pakai Meme Bernie Sanders untuk Peringatkan Warga Tetap Tinggal di Rumah

PM Kanada Pakai Meme Bernie Sanders untuk Peringatkan Warga Tetap Tinggal di Rumah

Global
'El Chapo' Asia, Tse Chi Lop Ditangkap di Bandara Amsterdam

"El Chapo" Asia, Tse Chi Lop Ditangkap di Bandara Amsterdam

Global
Sopir Diduga 'Ngebut', Bus Wisata Terguling, 1 Orang Tewas, 2 Orang Kritis

Sopir Diduga 'Ngebut', Bus Wisata Terguling, 1 Orang Tewas, 2 Orang Kritis

Global
Jill Biden Sebut Dirinya 'Ibu Garda Nasional' Sambil Ucapkan Terima Kasih dan Bagikan Kue

Jill Biden Sebut Dirinya "Ibu Garda Nasional" Sambil Ucapkan Terima Kasih dan Bagikan Kue

Global
11 Pasukan Hashed al-Shaabi Tewas Diserang ISIS di Irak

11 Pasukan Hashed al-Shaabi Tewas Diserang ISIS di Irak

Global
Kakek 73 Tahun Digigit Hiu Saat Snorkeling di Maui

Kakek 73 Tahun Digigit Hiu Saat Snorkeling di Maui

Global
Joe Biden Kerahkan Intelijen Nasional hingga FBI untuk Tinjau Ekstremis Domestik

Joe Biden Kerahkan Intelijen Nasional hingga FBI untuk Tinjau Ekstremis Domestik

Global
Boris Johnson: Varian Baru Virus Corona di Inggris Mungkin Lebih Mematikan

Boris Johnson: Varian Baru Virus Corona di Inggris Mungkin Lebih Mematikan

Global
Tenaga Kesehatan Tuntut Penyediaan Masker Bermutu Tinggi karena Varian Baru Virus Corona

Tenaga Kesehatan Tuntut Penyediaan Masker Bermutu Tinggi karena Varian Baru Virus Corona

Global
[UNIK GLOBAL] Suami Bekukan Jenazah Istri | Meme Bernie Sanders Viral

[UNIK GLOBAL] Suami Bekukan Jenazah Istri | Meme Bernie Sanders Viral

Global
Sembunyi Lebih Dari 3 Tahun, Imigran Ini Akhirnya Pulang ke Rumah karena Biden

Sembunyi Lebih Dari 3 Tahun, Imigran Ini Akhirnya Pulang ke Rumah karena Biden

Global
komentar
Close Ads X