Video Viral Ungkap Bangkai Cerpelai di Denmark Menyembul dari Kuburannya

Kompas.com - 25/11/2020, 20:57 WIB
Tayangan dari media Denmark DR memerlihatkan banyaknya bangkai cerpelai yang menyembul dari kuburannya. Ada puluhan juta cerpelai yang dimusnahkan pemerintah Denmark demi menghindari mutasi Covid-19. DR via Russian TodayTayangan dari media Denmark DR memerlihatkan banyaknya bangkai cerpelai yang menyembul dari kuburannya. Ada puluhan juta cerpelai yang dimusnahkan pemerintah Denmark demi menghindari mutasi Covid-19.

KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Sebuah video viral di Denmark menunjukkan bangkai cerpelai, yang dibunuh demi menghindari mutasi Covid-19, tiba-tiba muncul dari kuburan.

Lembaga penyiaran publik DR menayangkan, bangkai itu keluar dalam keadaan bertumpuk di kuburan massal kawasan latihan militer Holstebro.

Baca juga: Denmark: Mutasi Virus Corona di Cerpelai Sudah Dibasmi

Harian National Berlingske merespons fenomena itu dengan memberikan tajuk lelucon: cerpelai zombie bangkit dari kubur untuk membalas dendam.

Namun berdasarkan keterangan kepolisian seperti dikutip Russian Today Rabu (25/11/2020), fenomena kemunculan bangkai itu termasuk normal.

"Gas terbentuk selama pembusukan, dan menyebabkan tubuh terangkat. Dalam kasus terburuk, mereka terdorong keluar," ujar juru bicara polisi, Thomas Kristensen.

Dia menjelaskan, fenomena munculnya bangkai cerpelai ini mulai terjadi pada Senin pagi (23/11/2020). Namun peristiwa ini juga pernah terjadi sebelumnya.

Kristensen mengatakan, mereka sebenarnya sudah berusaha menyelesaikan masalah dengan cara menambah gundukan tanah untuk menutupi bangkai itu.

Namun cara itu dianggap tidak efektif. Kini seperti dilaporkan DR, otoritas harus mengubur cerpelai sedalam 2,5 meter, bukan satu meter.

Sebelumnya, pemerintah Denmark memerintahkan agar 15 sampai 17 juta ekor cerpelai dimusnahkan karena ditemukan mutasi Covid-19 pada awal November ini.

Namun tak lama sesudahnya, Perdana Menteri Mette Frederiksen mengaku perintah itu tak punya dasar hukum, di mana dia kemudian meminta maaf.

Baca juga: PM Denmark Akui 17 Juta Cerpelai Dibunuh Massal Perbuatan Ilegal

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X