China Persiapkan Aturan untuk Hindari Praktik "Ekstremisme Agama"

Kompas.com - 25/11/2020, 20:36 WIB
Presiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York. AP/UNTVPresiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York.

HONG KONG, KOMPAS.com -  China mempersiapkan aturan baru yang dapat menargetkan kelompok dan jemaah agama asing untuk mendapatkan tindakan keras terhadap praktik agama di bawah kuasa Presiden Xi Jinping.

Rancangan aturan yang diterbitkan pada pekan ini oleh Kementerian Kehakiman, menyerukan untuk pembatasan baru tentang bagaimana jemaah beraktivitas.

Melansir CNN pada Rabu (25/11/2020), langkah itu ditujukan untuk mencegah penyebaran " ekstremisme agama" atau penggunaan agama "untuk merusak persatuan nasional atau etnis China".

Aturan tersebut saat ini masih terbuka menerima tanggapan dari masyarakat, tapi tidak mungkin berubah secara signifikan dari bentuknya saat ini.

Baca juga: China: Kritikan Paus Fransiskus Tidak Berdasar terhadap Minoritas Muslim Uighur

Lahirnya aturan baru itu hanyalah menambah dan menguatkan kontrol terhadap praktik keagamaan oleh Xi, yang berulang kali menyerukan "sinisasi" agama.

Xi telah mengawasi tindakan keras yang utamanya terhadap kaum Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya di wilayah barat Xinjiang, di mana terdapat 2 juta penduduk Uighur dan minoritas lainnya yang dimasukkan ke dalam "kamp pendidikan ulang".

Menurut kelompok hak asasi, selain diperuntukkan untuk minoritas Muslim, kamp tersebut juga ditargetkan kepada kelompok Kristen dan Budha Tibet.

Agama selalu menempati posisi aneh di Republik Rakyat China. Alasannya, negara itu secara resmi menganut ateisme dengan pemerintahan komunis.

Baca juga: India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

Namun, negara ini tetap melisensiskan 5 agama dan secara efektif mengukuhkan uskup dan reinkarnasi. Ada pun 5 agama yang diakui adalah Buddha Cina, Taoisme, Islam, Katolik, dan Kristen Protestan.

Agama itu diawasi oleh organisasi resmi, seperti Gerakan Patriotik Tiga-Diri Protestan atau Asosiasi Buddha China, yang pada gilirannya diawasi oleh Front Persatuan Partai Komunis yang berkuasa Departemen Pekerjaan.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
Emirates Bantah Skors Pilot yang Enggan Terbangkan Pesawat ke Israel

Emirates Bantah Skors Pilot yang Enggan Terbangkan Pesawat ke Israel

Global
komentar
Close Ads X