Denmark: Mutasi Virus Corona di Cerpelai Sudah Dibasmi

Kompas.com - 19/11/2020, 21:24 WIB
Cerpelai yang difoto di dalam kandang peternakannya di Brumunddal, Norwegia, pada 1 Mei 2019. AFP/JONATHAN NACKSTRANDCerpelai yang difoto di dalam kandang peternakannya di Brumunddal, Norwegia, pada 1 Mei 2019.

KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Versi mutasi virus corona yang terdeteksi di cerpelai diklaim telah dibasmi oleh Kementerian Kesehatan Denmark pada Kamis (19/11/2020).

"Tidak ada kasus baru dari mutasi cerpelai 'Klaster 5' sejak 15 September, yang membuat otoritas penyakit menular Denmark SSI menyimpulkan varian ini kemungkinan besar telah dimusnahkan," kata Kemenkes Denmark dikutip Kompas.com dari AFP.

Pemerintah Denmark sebelumnya memerintahkan pemusnahan 15-17 juta cerpelai di negara itu dalam upaya menghentikan penyebaran mutasi.

Baca juga: Kenapa Jutaan Cerpelai Dimusnahkan Saat Pandemi Covid-19?

Pemerintah juga mengatakan, sebagian besar pembatasan ketat yang diberlakukan pada 5 November di tujuh kota di wilayah Jutlandia utara yang dihuni 280.000 orang, akan dicabut pada Jumat (20/11/2020).

Semula orang-orang diharuskan menetap di sana sampai 3 Desember.

Awalnya cerpelai di tujuh kotamadya telah dimusnahkan dengan total 10,2 juta, dan pemusnahan masih berlangsung di bagian-bagian lain Denmark.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Cerpelai yang Dimusnahkan di Denmark akibat Mutasi Virus Corona

Dengan jumlah cerpelai yang tiga kali lebih banyak dari rakyatnya, Denmark adalah salah satu eksportir cerpelai terbesar di dunia.

Mereka menjual cerpelai dengan total sekitar 670 juta euro (Rp 11,2 triliun) per tahun, dan merupakan produsen terbesar kedua setelah China.

Baca juga: Vaksin Covid-19 terhadap Mutasi Cerpelai sedang dalam Uji Coba Awal


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Wanita dengan Luka Bakar Parah akibat Zat Asam, Temukan Pasangan Hidup 13 Tahun Kemudian

Kisah Wanita dengan Luka Bakar Parah akibat Zat Asam, Temukan Pasangan Hidup 13 Tahun Kemudian

Global
'Ini Tidak Adil' Teriak Terdakwa Kerusuhan Gedung Capitol di Pengadilan

"Ini Tidak Adil" Teriak Terdakwa Kerusuhan Gedung Capitol di Pengadilan

Global
Muncul Virus Corona Jenis Rusia, Apa yang Bisa Diketahui soal Varian Itu?

Muncul Virus Corona Jenis Rusia, Apa yang Bisa Diketahui soal Varian Itu?

Global
WHO: Laporan Penyelidikan di Wuhan Siap Dirilis Pertengahan Maret

WHO: Laporan Penyelidikan di Wuhan Siap Dirilis Pertengahan Maret

Global
Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi

Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi

Global
Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Global
Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Global
Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Global
Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Global
Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Global
Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Global
Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Global
WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

Global
Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Global
Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Global
komentar
Close Ads X