Biden Tegaskan Pemerintahannya Nanti Bukan Rasa Obama

Kompas.com - 25/11/2020, 15:37 WIB
Presiden terpilih Joe Biden melambai saat meninggalkan teater The Queen, Selasa, 10 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS. AP/Carolyn KasterPresiden terpilih Joe Biden melambai saat meninggalkan teater The Queen, Selasa, 10 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS.

WILMINGTON, KOMPAS.com - Presiden terpilih AS Joe Biden menegaskan, pemerintahannya tidak berarti "pemerintahan jilid tiga Barack Obama".

Biden juga menjanjikan dia awak mewakili semua lini masyarakat yang ada di "Negeri Uncle Sam" dan terutama partainya sendiri, Demokrat.

Berbicara kepada jurnalis NBC News Lester Holt, Biden merespons pengumuman sejumlah menteri di kabinetnya, di mana banyak di antaranya pernah berada di era Obama.

Baca juga: Biden Umumkan Kabinet Baru, Ganti Menlu AS dan Tunjuk Orang-orang Obama

"Apa yang ingin Anda katakan kepada orang-orang di luar sana, yang menyebut Anda tengah membentuk pemerintahan Obama jilid tiga?" tanya Holt.

"Ini bukanlah pemerintahan Obama periode ketiga. Kami menghadapi situasi yang sama sekali berbeda dibandingkan masa Obama-Biden," tegasnya.

Mantan Senator Delaware itu menyatakan, perubahan situasi yang amat drastis tersebut dikarenakan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Joe Biden mengatakan, pemerintahannya hingga 2025 ingin merangkul semua elemen dari warga AS, begitu juga dengan kader Demokrat.

Bahkan seperti dikutip The Guardian Rabu (25/11/2020), dia berencana menggandeng politisi Republik yang memberikan suaranya kepada Trump.

"Saya ingin negara ini bersatu lagi," tegasnya. Dia juga menekankan tidak ingin menggunakan kekuasaannya untuk menginvestigasi petahana.

Baca juga: Joe Biden Kantongi Izin Resmi Transisi, Bagaimana Nasib Trump?

Dia menjawab desakan politisi Demokrat agar menyelidiki tudingan Trump mendapat sokongan asing saat dia menang Pilpres AS 2016.

Halaman:

Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X