Hilang Sejak 2001, Buku Catatan Charles Darwin, Perintis Teori Evolusi Masih Belum Ditemukan

Kompas.com - 25/11/2020, 06:58 WIB
Charles Darwin Julia Margaret Cameron/Wikimedia CommonsCharles Darwin

LONDON, KOMPAS.com - Dua buku catatan Charles Darwin yang berisi ide rintisannya tentang evolusi dan sketsa 'pohon kehidupan' yang terkenal dilaporkan hilang setelah hampir 20 tahun dilakukan pencarian dalam skala luas. 

Pihak Perpustakaan Universitas Cambridge pada Selasa (24/11/2020), pada akhirnya menyimpulkan bahwa kedua buku itu diyakini telah dicuri.

Ilmuwan Inggris Charles Darwin telah menulis dalam buku catatan kulit yang hilang itu pada tahun 1837 setelah kembali dari pelayarannya dengan HMS Beagle. Harga buku catatannya bernilai jutaan pound Inggris.

Dalam satu buku, Darwin menggambar diagram yang menunjukkan beberapa kemungkinan evolusi suatu spesies lalu menerbitkan ilustrasi yang lebih berkembang dalam bukunya 'On the Origin of Species' pada tahun 1859.

Perpustakaan Universitas Cambridge yang luas pertama kali melaporkan buku itu hilang pada tahun 2001 setelah mereka dipindahkan dari Ruang Koleksi Khusus yang Kuat untuk fotografi yang akan dilakukan di sana.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Charles Darwin Terbitkan Buku tentang Seleksi Alam

Buku-buku Darwin itu lama diyakini telah salah disimpan di dalam gedung, yang berisi sekitar 10 juta buku, peta, dan manuskrip dan memiliki salah satu arsip Darwin paling signifikan di dunia.

Namun pencarian besar tahun ini, yang terbesar dalam sejarah perpustakaan, masih gagal dalam upaya mereka menemukan buku catatan tersebut.

"Kurator telah menyimpulkan bahwa buku catatan itu... kemungkinan besar telah dicuri," kata perpustakaan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP.

Pihak perpustakaan kampus itu dilaporkan telah memberi tahu polisi setempat dan buku-buku itu telah terdaftar di database Interpol tentang karya seni yang dicuri, yang disebut 'Psyche'.

Pustakawan Universitas, Jessica Gardner, merilis pernyataan video yang mengimbau publik untuk membantu mencari dan mendapatkan 2 buku itu.

Baca juga: Ilmuwan Islam Temukan Teori Evolusi 1.000 Tahun Sebelum Charles Darwin

"Sangat disayangkan bagi saya bahwa buku catatan ini masih hilang meskipun banyak dilakukan pencarian dalam skala luas selama 20 tahun terakhir," katanya, seraya menambahkan bahwa perpustakaan tersebut telah meningkatkan sistem keamanannya secara besar-besaran.

Pustakawan itu menyarankan agar mantan atau staf perpustakaan saat ini, mereka yang bekerja di perdagangan buku atau peneliti bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan buku-buku tersebut.

"Saya akan meminta siapa pun yang kiranya tahu keberadaan buku catatan itu untuk menghubungi. Tolong bantu," kata Gardner.

Imbauan tersebut diluncurkan pada tanggal Selasa kemarin, 24 November, yang dikenal sebagai Hari Evolusi karena menandai tanggal penerbitan karya "On the Origin of Species".

Baca juga: Banyak Sekolah di Israel Tak Ajarkan Teori Evolusi Darwin


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X