Hari Ini dalam Sejarah: Charles Darwin Terbitkan Buku tentang Seleksi Alam

Kompas.com - 24/11/2019, 09:00 WIB
Mug yang menggambarkan evolusi manusia dipajang di rumah naturalis Inggris Charles Darwin, Down House, di Bromley, Kent, 12 Februari 2009. Darwin pindah ke Down House pada 1842. Dia melakukan eksperimen dan penelitian di sana selama 40 tahun. Rumah tersebut dibuka kembali untuk umum pada 13 Februari 2009 sehari setelah ulang tahun ke-200 kelahiran Darwin. AFP PHOTO/CARL DE SOUZAMug yang menggambarkan evolusi manusia dipajang di rumah naturalis Inggris Charles Darwin, Down House, di Bromley, Kent, 12 Februari 2009. Darwin pindah ke Down House pada 1842. Dia melakukan eksperimen dan penelitian di sana selama 40 tahun. Rumah tersebut dibuka kembali untuk umum pada 13 Februari 2009 sehari setelah ulang tahun ke-200 kelahiran Darwin.

KOMPAS.com – Hari ini 160 tahun yang lalu, tepatnya pada 24 November 1859, Charles Darwin pertama kali menerbitkan buku “Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life”.

Buku tersebut adalah buku tentang asal-usul spesies di mana proses seleksi alam mempengaruhi.

Buku yang dibuat oleh “Bapak Evolusi” tersebut menuai banyak kotroversi dan pedebatan bahkan hingga hari ini.

Perdebatan tersebut baik dari sisi sains, filsafat maupun agama.

Meski demikian, Origin of Species laris manis terjual pada cetakan pertamanya. Bahkan pada tahun 1872 buku tersebut terbit hingga enam edisi dan menjadi buku paling berpengaruh di zaman modern.

Buku karangan Darwin banyak dianggap sebagai salah satu buku yang mendasari perkembangan botani modern, biologi seluler dan genetika.

Baca juga: Ilmuwan Islam Temukan Teori Evolusi 1.000 Tahun Sebelum Charles Darwin

Sosok Charles Darwin

Darwin adalah seorang putra seorang dokter Inggris.

Memiliki ketertarikan pada dunia botani dan ilmu pengetahuan alam, mendorongnya untuk melakukan penelitian dengan cara berkeliling dunia.

Ia pernah berkelling Amerika Selatan selama lima tahun sebagai ahli botani tanpa dibayar di HMS Beagle.

Perjalanannya membuatnya menghasilkan banyak makalah sebagai peneliti lapangan dan penulis ilmiah yang karyanya kerap dibaca pada pertemuan ilmiah terkemuka di London.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X