Menteri Luar Negeri Suriah Terlama, Walid Al Muallem Tutup Usia

Kompas.com - 16/11/2020, 14:52 WIB
Dalam file foto 30 Agustus 2018 ini, Menteri Luar Negeri Suriah Walid Al Muallem berbicara kepada media di Moskwa, Rusia. AP/Alexander ZemlianichenkoDalam file foto 30 Agustus 2018 ini, Menteri Luar Negeri Suriah Walid Al Muallem berbicara kepada media di Moskwa, Rusia.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, pendukung rezim Bashar Al Assad yang mempertahankan pekerjaannya selama satu dekade konflik dan beberapa kali perombakan, meninggal pada Senin (16/11/2020).

Dilansir dari AFP, Muallem wafat di usia 79 tahun. Diplomat veteran yang menjabat sebagai menteri luar negeri sejak 2006 itu  telah memulai kariernya di bidang diplomatik sejak 1964.

Pada tahun 2012, setahun pasca konflik mematikan di Suriah dimulai, dia diangkat menjadi wakil perdana menteri.

Baca juga: Suriah Rayakan Setengah Abad Kekuasaan Dinasti Assad

Pemerintah Suriah tidak memberitahukan informasi rinci terkait penyebab kematian Muallem, namun kesehatannya diketahui telah memburuk selama beberapa waktu terakhir.

Penampilan publik terakhirnya pada akhir pekan lalu di ibu kota Damaskus unutk membuka konferensi pengembalian pengungsi. Dia tampak lemah dan dibantu oleh 2 orang pria masuk ke dalam aula.

Sosok Muallem dikenal dengan sikapnya yang mengejek Barat, yang dia tuduh telah bersekongkol memulai konflik Suriah.

Baca juga: Mufti Damaskus Suriah Syekh Adnan Al Afyouni Tewas dalam Ledakan Bom Mobil

Muallem menjadi sasaran sanksi AS pada awal Agustus 2011, kurang dari enam bulan setelah meletusnya protes yang menuntut perubahan rezim.

Menurut Washington, Muallem terus menggaungkan konspirasi internasional dan berusaha menutupi aktivitas mengerikan rezim Assad dengan membuat klaim bahwa teroris atau orang lainlah yang bertanggung jawab atas kondisi di Suriah.

Selama lebih dari setengah abad di dinas luar negeri, dia memegang jabatan di Tanzania, Arab Saudi, Spanyol dan Inggris, di antara negara-negara lain.

Dia diangkat sebagai duta besar untuk Romania pada tahun 1975, lima tahun setelah ayah Bashar Al Assad, Hafez, berkuasa.

Baca juga: Saat Makan Malam Para Pemimpin Milisi di Suriah Tewas Diserang Pesawat Tak Berawak AS

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Global
Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Global
Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Global
Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Global
Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Global
Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Global
Pria Ini Potong Ibunya Jadi 1.000 Bagian, dan Diumpankan ke Anjing

Pria Ini Potong Ibunya Jadi 1.000 Bagian, dan Diumpankan ke Anjing

Global
Tuntut Solidaritas, Ceko Minta Uni Eropa Usir Diplomat Rusia

Tuntut Solidaritas, Ceko Minta Uni Eropa Usir Diplomat Rusia

Global
Perempuan Berdaya: 7 Wanita Berpengaruh dari Zaman Keemasan Peradaban Islam

Perempuan Berdaya: 7 Wanita Berpengaruh dari Zaman Keemasan Peradaban Islam

Internasional
Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi

Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi

Global
Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Global
Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Global
Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Global
Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Global
Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Global
komentar
Close Ads X