Sepanjang 2020, 70 Orang di Sri Lanka Tewas Terkena Penyakit Kencing Tikus

Kompas.com - 03/10/2020, 13:02 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOLOMBO, KOMPAS.com - Sebanyak 70 orang di Sri Lanka dilaporkan tewas karena terinfeksi penyakit kencing tikus ( leptospirosis) sepanjang tahun ini.

Pernyataan itu disampaikan Unit Epidemiologi unit epidemiologi kementerian kesehatan, seperti dikutip oleh media setempat Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Sering Dialami Korban Banjir, Apa Itu Penyakit Kencing Tikus?

Berdasarkan data pemerintah, 6.096 orang terpapar penyakit kencing tikus hingga September, dengan jumlah terbanyak tercatat di Ratnapura.

Seperti diberitakan Xinhua, unit epidemiologi menyatakan peningkatan penderita leptospirosis terjadi pada Januari, Februari, dan Mei.

Di Ratnapura, pasien leptospirosis disebut mencapai 1.300 orang. Kemudian di Kalutara, pinggiran ibu kota Kolombo, penyakit itu menginfeksi lebih dari 200 orang.

Sebagai catatan pada 2019, terdapat 6.021 orang di Sri Lanka yang positif leptospirosis, dengan penderitanya adalah petani hingga petugas kebersihan saluran air.

Menurut keterangan petugas medis, gejala kencing tikus itu antara lain demam, mata merah, nyeri otot, sakit kepala, dan penurunan frekuensi buang air kecil.

Badan kesehatan negara tetangga India itu menerangkan, mereka positif terkena penyakit itu harus segera menerima perawatan.

Baca juga: 7 Orang Meninggal Dunia akibat Penyakit Kencing Tikus di Gresik


Sumber Xinhua
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X