Kisah WNI Jadi Relawan Pemadam Kebakaran California, Kerja 18 Jam Sehari

Kompas.com - 03/10/2020, 11:01 WIB
Foto tak bertanggal Muhammad Yulfiano Gerwynaldo, seorang warga negara indonesia (WNI) di Amerika Serikat (AS), yang menjadi sukarelawan pemadam kebarakan di California, AS. KJRI Los AngelesFoto tak bertanggal Muhammad Yulfiano Gerwynaldo, seorang warga negara indonesia (WNI) di Amerika Serikat (AS), yang menjadi sukarelawan pemadam kebarakan di California, AS.

CALIFORNIA, KOMPAS.com – Seorang warga negara indonesia ( WNI) di Amerika Serikat ( AS), Muhammad Yulfiano Gerwynaldo, menjadi relawan pemadam kebakaran di wilayah California, AS.

Pria yang akrab disapa Ano tersebut ikut memadamkan kebakaran yang meluas di wilayah California, AS, selama tiga pekan terakhir.

Dia juga merupakan personel Pemadam Kebakaran Los Angeles City, California, AS.

Menurut rilis yang diterima Kompas.com dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia ( KJRI) Los Angeles, Ano secara intens bersama tim pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang terus menjalar dengan skala yang cukup besar hingga mendekati pemukiman warga.

“Sudah tiga pekan ini ini saya membantu tim Pemadam Kebakaran Los Angeles. Seperti yang diberitakan, kebakaran tahun ini terburuk sepanjang sejarah,” jelas Ano.

Baca juga: Daerah Penghasil Anggur Terkenal di California Alami Kebakaran Hebat

Ano menceritakan bahwa ini merupakan penugasan ketiganya sejak dia memperkuat tim Pemadam Kebakaran Los Angeles.

Slama penugasan tersebut, dia dan anggota timnya tinggal di Incident Command Post yang didirikan dekat dengan daerah kebakaran berlangsung.

Mereka tinggal di sana untuk kurun waktu yang lama hingga api dapat dipadamkan secara total.

Setiap hari, mereka bekerja memadamkan api dengan durasi 16-18 jam per harinya. Bahkan di hari pertama, tim bekerja selama 36 jam.

Alumni Fire Academy Los Angeles tersebut mengaku bahwa motivasi utamanya ikut terlibat dan terjun langsung ke lapangan karena panggilan hati.

Baca juga: Tidak Dilayani, Seorang Wanita Kelaparan di KFC California Ngamuk

Halaman:

Sumber Rilis
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Tentara Myanmar Mengungsi ke India daripada Turuti Perintah Junta Militer

3 Tentara Myanmar Mengungsi ke India daripada Turuti Perintah Junta Militer

Global
Junta Militer Myanmar Terkejut, Kudetanya Mendapat Banyak Tentangan

Junta Militer Myanmar Terkejut, Kudetanya Mendapat Banyak Tentangan

Global
Perdagangan Muntahan Paus Ilegal di Sejumlah Negara, Hati-hati Tersandung Hukum

Perdagangan Muntahan Paus Ilegal di Sejumlah Negara, Hati-hati Tersandung Hukum

Internasional
Ada Serangan Roket di Irak, Paus Fransiskus Minta Dirinya Didoakan

Ada Serangan Roket di Irak, Paus Fransiskus Minta Dirinya Didoakan

Internasional
7 Orang Ditikam hingga Luka Parah di Swedia Diduga sebagai Ancaman Teroris

7 Orang Ditikam hingga Luka Parah di Swedia Diduga sebagai Ancaman Teroris

Internasional
Karena Tato dan Warna Rambut, Influencer Saudi Ini Kehilangan Hak Asuh Anak

Karena Tato dan Warna Rambut, Influencer Saudi Ini Kehilangan Hak Asuh Anak

Internasional
Pemberontak Houthi Tembakkan Rudal ke Fasilitas Minyak Arab Saudi

Pemberontak Houthi Tembakkan Rudal ke Fasilitas Minyak Arab Saudi

Global
“Shuttle Diplomacy” Menlu Retno: Antara Isu Kudeta Militer dan Krisis Kemanusiaan Rohingya

“Shuttle Diplomacy” Menlu Retno: Antara Isu Kudeta Militer dan Krisis Kemanusiaan Rohingya

Global
10 Tahun Setelah Bencana PLTN Fukushima, Pengembangan Energi Nuklir di Jepang Terhenti

10 Tahun Setelah Bencana PLTN Fukushima, Pengembangan Energi Nuklir di Jepang Terhenti

Global
10 Tahun Setelah Bencana Fukushima, Bagaimana Nasib Energi Nuklir di Masa Depan?

10 Tahun Setelah Bencana Fukushima, Bagaimana Nasib Energi Nuklir di Masa Depan?

Global
Jembatan Ambruk di Malaysia Tewaskan 2 Wanita dalam Perjalanan ke Tempat Kerja

Jembatan Ambruk di Malaysia Tewaskan 2 Wanita dalam Perjalanan ke Tempat Kerja

Global
Ini Keistimewaan Muntahan Paus yang Membuatnya Dihargai Miliaran Rupiah

Ini Keistimewaan Muntahan Paus yang Membuatnya Dihargai Miliaran Rupiah

Global
Jembatan Ambruk di Malaysia, 5 Orang Terjebak di Reruntuhan

Jembatan Ambruk di Malaysia, 5 Orang Terjebak di Reruntuhan

Global
Warga Korea Utara Kelaparan karena Aturan Covid-19 yang Ketat

Warga Korea Utara Kelaparan karena Aturan Covid-19 yang Ketat

Global
Melahirkan di Usia 64 Tahun, Anak Kembar dari Wanita Ini Diambil Negara

Melahirkan di Usia 64 Tahun, Anak Kembar dari Wanita Ini Diambil Negara

Global
komentar
Close Ads X