WHO Bakal Luncurkan 120 Juta Rapid Test Covid-19 ke Negara Miskin

Kompas.com - 29/09/2020, 16:32 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat menghadiri konferensi pers yang diadakan oleh Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU) di markas WHO, Jenewa, Swiss, pada 3 Juli 2020. POOL/FABRICE COFFRINI via REUTERSDirektur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat menghadiri konferensi pers yang diadakan oleh Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU) di markas WHO, Jenewa, Swiss, pada 3 Juli 2020.

JENEWA, KOMPAS.com - Badan Kesehatan Dunia ( WHO) disebut berencana untuk meluncurkan 120 juta rapid test Covid-19 ke negara menengah ke bawah.

Rencana itu digulirkan agar negara-negara itu mengatasi kesenjangan pengujian yang mereka alami dengan negara yang lebih kaya.

Pekan lalu, WHO menetapkan daftar penggunaan darurat rapid test Covid-19 berbasis antigen, yang harganya 5 dollar AS (Rp 74.500) per buah.

Baca juga: Sumbang 70 Persen Total Kematian, 10 Negara Terparah Covid-19 Diperingatkan WHO

Program yang disinyalir menghabiskan dana 600 juta dollar AS (Rp 8,9 triliun) itu bakal dimulai paling lambat pada Oktober nanti.

Rencana itu muncul agar negara yang miskin dan menengah bisa mendapatkan akses pengujian jika harus menggunakan tes PCR yang mahal.

Rapid test ini biasanya melihat antigen, protein yang ditemukan pada permukaan virus. Tes ini biasanya cepat, tapi kurang akurat jika dibandingkan PCR.

Adapun PCR, yang biasanya menggunakan tes usap ( swab test) untuk mendapatkan sampel memerlukan peralatan dan bahan kimia khusus.

Diwartakan Sky News Senin (28/9/2020), biasanya dibutuhkan waktu beberapa hari sebelum pasien bisa tahu mereka positif Covid-19 atau tidak.

"Tes ini hanya butuh waktu 15-30 menit, dalam harga yang murah dan peralatan terjangkau," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca juga: [HOAKS] Klaim Pengobatan Rumahan untuk Covid-19 Sudah Disetujui WHO

Tedros menjelaskan, pihaknya berencana meluncurkan tes ini ke daerah yang dirasa tidak mempunyai laboratorium atau tenaga terlatih guna melakukan PCR.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Sky News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Global
Kuburan Massal di Wilayah Kartel Meksiko Ungkap 113 Mayat Korban Pembantaian

Kuburan Massal di Wilayah Kartel Meksiko Ungkap 113 Mayat Korban Pembantaian

Global
Arab Saudi Bantah Putra Mahkota MBS Bicara dengan PM Israel dan Menlu AS

Arab Saudi Bantah Putra Mahkota MBS Bicara dengan PM Israel dan Menlu AS

Global
Pengakuan Anak yang Dipaksa Ancam Trump dalam Video ISIS: Lega Bisa Pulang

Pengakuan Anak yang Dipaksa Ancam Trump dalam Video ISIS: Lega Bisa Pulang

Global
Langgar Lockdown demi Pukul Wajah Lawannya, Seorang Pria Ditangkap dan Didenda

Langgar Lockdown demi Pukul Wajah Lawannya, Seorang Pria Ditangkap dan Didenda

Global
Sambil Mengisap Rokok, Pria Selamatkan Anjingnya dari Rahang Alligator

Sambil Mengisap Rokok, Pria Selamatkan Anjingnya dari Rahang Alligator

Global
Raja Thailand Bisa Diusir Jika Terbukti Memerintah dari Jerman

Raja Thailand Bisa Diusir Jika Terbukti Memerintah dari Jerman

Global
PM Israel Gelar Pembicaraan Rahasia dengan Putra Mahkota Saudi dan Menlu AS

PM Israel Gelar Pembicaraan Rahasia dengan Putra Mahkota Saudi dan Menlu AS

Global
Pria Tunawisma Ini Ditemukan Tewas Membeku di Depan Gereja yang Sering Dikunjunginya

Pria Tunawisma Ini Ditemukan Tewas Membeku di Depan Gereja yang Sering Dikunjunginya

Global
Al-Qaeda Cabang Afrika Utara Tunjuk Pemimpin Baru, Ini Sebabnya

Al-Qaeda Cabang Afrika Utara Tunjuk Pemimpin Baru, Ini Sebabnya

Global
PBB Peringatkan Kondisi Anak-anak dan Masa Depan yang Terancam karena Pandemi Corona

PBB Peringatkan Kondisi Anak-anak dan Masa Depan yang Terancam karena Pandemi Corona

Global
Laksamana AS Dikabarkan Kunjungi Taiwan Diam-diam, Ini Respons China

Laksamana AS Dikabarkan Kunjungi Taiwan Diam-diam, Ini Respons China

Global
Tukar dengan India, Indonesia Jadi Tuan Rumah KTT G20 di 2022

Tukar dengan India, Indonesia Jadi Tuan Rumah KTT G20 di 2022

Global
Peminat Bahasa Indonesia Turun Drastis di Australia, Pemerintah RI Didesak Ikut Bantu

Peminat Bahasa Indonesia Turun Drastis di Australia, Pemerintah RI Didesak Ikut Bantu

Global
Salah 1 Pencetus Ice Bucket Challenge Meninggal karena ALS di Usia 37 Tahun

Salah 1 Pencetus Ice Bucket Challenge Meninggal karena ALS di Usia 37 Tahun

Global
komentar
Close Ads X