Kim Yo Jong Ubah Kurikulum TK, Namanya “Pendidikan Kejayaan”

Kompas.com - 11/09/2020, 14:24 WIB
Adik sekaligus penasihat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, memegang buket bunga selama upacara penyambutan di Istana Kepresidenan Hanoi, Vietnam, pada 1 Maret 2019. AP PHOTO/Pool European pressphoto Agency/Loung Thai LinhAdik sekaligus penasihat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, memegang buket bunga selama upacara penyambutan di Istana Kepresidenan Hanoi, Vietnam, pada 1 Maret 2019.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, baru-baru ini memerintahkan perubahan pada kurikulum Taman Kanak-kanan (TK).

Kurikulum tersebut dinamakan sebagai "Pendidikan Kejayan" dan telah diterapkan pada 25 Agustus, sebagaimana dilansir dari Daily NK Jumat (11/9/2020).

"Pendidikan Kejayaan" bertujuan untuk menumbuhkan loyalitas dan kepercayaan terhadap kepemimpinan Korea Utara di mata anak-anak negara tersebut.

Menurut sebuah sumber di Provinsi Hamgyong mengatakan anak-anak TK berusia 5 dan 6 tahun sebelumnya menghabiskan 30 menit sehari untuk mempelajari masa kecil Kim Il Sung dan Kim Jong Il.

Baca juga: Kim Yo Jong Menghilang, Diduga Dia Dianggap Ancaman oleh Kim Jong Un

Kini mereka menghabiskan 1,5 jam karena adanya “Pendidikan Kejayaan”. 1 jam dihabiskan untuk belajar tentang masa kecil Kim Il Sung dan Kim Jong Il.

Sedangkan 30 menit sisanya dikhususkan untuk belajar musik “revolusioner” dari masa kecil para pemimpin.

"Apa yang diajarkan dalam Pendidikan Kejayaan telah berubah. Jumlah waktu yang dihabiskan untuk masa kecil Pemimpin Tertinggi [Kim Jong Un] sekarang dua kali lipat dari yang dihabiskan untuk masa kecil Suryong [Kim Il Sung] dan Jenderal [Kim Jong Il],” kata sumber tersebut.

Menurut sumber tersebut, kurikulum itu memberi tahu anak-anak TK bahwa ketika Kim Jong Un baru berusia 5 tahun, dia adalah anak yang cerdas yang naik kapal pesiar, melakukan latihan target, dan suka membaca".

Baca juga: Setelah Kakaknya, Kim Jong Un, Giliran Kim Yo Jong yang Menghilang dari Publik

Anak-anak TK biasanya berada di kelas selama tiga jam mulai pukul 09.00 hingga 12.00 dan memiliki waktu yang disisihkan untuk pendidikan jasmani, bermain, dan mempelajari alfabet Korea.

Guru TK, bagaimanapun, dilaporkan khawatir tentang bagaimana mereka akan menghabiskan waktu ekstra yang disisihkan untuk “Pendidikan Kejayaan”.

“Anak-anak sudah hampir menjadi siswa sekolah dasar (SD), sehingga orang tua cenderung meminta guru untuk fokus mempelajari alfabet. Penambahan waktu yang dihabiskan untuk para pemimpin menyisakan lebih sedikit waktu untuk belajar alfabet, sehingga orang tua tidak akan senang, ”kata sumber tersebut.

Sumber itu menambahkan kebanyakan orang miskin berusaha untuk tidak menyekolahkan anak mereka ke TK karena mengirim anak ke sana menambah banyak beban.

Baca juga: Sumber Korsel Sebut Kim Yo Jong Kemungkinan Telah Ambil Alih Kuasa Korut Saat Ini

Halaman:

Sumber Daily NK
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

Global
Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Global
Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin 'Benar-benar Adil'

Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin "Benar-benar Adil"

Global
Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Global
[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

Global
Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

Global
China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

Global
Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Global
Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Global
Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Global
Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Global
Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Global
Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak 'Dilarang Gendut sampai Mati', Akhirnya Dipenjara

Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak "Dilarang Gendut sampai Mati", Akhirnya Dipenjara

Global
Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Global
komentar
Close Ads X