Soal Caplok Tepi Barat, PM Israel: Ditunda, Bukan Dibatalkan

Kompas.com - 14/08/2020, 12:53 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan keterangan dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, pada 28 Januari 2020. Jumpa pers itu diadakan setelah Trump mengumumkan rencana perdamaian Israel dan Palestina. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Sarah SilbigerPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan keterangan dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, pada 28 Januari 2020. Jumpa pers itu diadakan setelah Trump mengumumkan rencana perdamaian Israel dan Palestina.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan tidak ada perubahan rencana tentang aneksasi Tepi Barat meski ada kesepakatan dengan Uni Emirat Arab.

Melansir Aljazeera, Netanyahu mengatakan dirinya setuju untuk 'menunda' aneksasi wilayah Tepi Barat yang diduduki, sebagai bagian dari kesepakatan normalisasi dengan Uni Emirat Arab namun rencana itu tidak dihapus.

Israel dan UEA sepakat pada Kamis kemarin (13/8/2020) untuk menormalisasi hubungan diplomatik yang diperantarai oleh Amerika Serikat (AS), dengan Tel Aviv berjanji akan menghentikan aneksasi alias pencaplokan atas Palestina.

Baca juga: UEA Ambil Langkah Berani Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh 3 negara itu, dikatakan bahwa "Israel akan menangguhkan deklarasi kedaulatan" atas wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Namun, dalam pidato televisi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut, Netanyahu mengatakan dia hanya setuju untuk "menunda" aneksasi, dan bahwa dia tidak akan pernah "menyerahkan hak kami atas tanah kami".

"Tidak ada perubahan pada rencana saya untuk memperpanjang kedaulatan, kedaulatan kami di Yudea dan Samaria, dalam koordinasi penuh dengan Amerika Serikat," kata Netanyahu di Yerusalem, menggunakan nama alkitab untuk Tepi Barat yang diduduki.

Sementara itu, sebuah tweet dari pemimpin UEA menunjukkan bahwa negara Teluk itu memandang rencana aneksasi Israel sebagai suatu yang tidak akan dilakukan.

Baca juga: Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

"Sebuah kesepakatan dicapai untuk menghentikan aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina," tulis Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Twitter.

Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash mengatakan dalam jumpa pers bahwa "sebagian besar negara akan melihat ini sebagai langkah berani untuk mengamankan solusi dua negara, memberikan waktu untuk negosiasi".

Namun, pihak Israel mengklaim teritorial Tepi Barat yang diduduki merupakan bagian dari tanah air bersejarah bagi orang-orang Yahudi.

Halaman:

Sumber Aljazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengeluh Dapat Pertanyaan Sulit, Trump 'Ngambek' dan Ancam CBS News

Mengeluh Dapat Pertanyaan Sulit, Trump "Ngambek" dan Ancam CBS News

Global
Korea Utara Sebut 'Debu Kuning' dari China Bawa Virus Corona, Imbau Rakyatnya Tinggal di Rumah

Korea Utara Sebut "Debu Kuning" dari China Bawa Virus Corona, Imbau Rakyatnya Tinggal di Rumah

Global
Seekor Anjing Ditemukan di Jalan dengan Luka Parang di Kepala

Seekor Anjing Ditemukan di Jalan dengan Luka Parang di Kepala

Global
Lubang Neraka Darvaza, Penemuan Soviet yang 'Tak Disengaja'

Lubang Neraka Darvaza, Penemuan Soviet yang "Tak Disengaja"

Global
Embargo Senjata Dicabut, Iran Langsung Uji Coba Pertahanan Udara

Embargo Senjata Dicabut, Iran Langsung Uji Coba Pertahanan Udara

Global
Bicarakan Perubahan Iklim, Trump Sebut Udara di India dan China Jorok

Bicarakan Perubahan Iklim, Trump Sebut Udara di India dan China Jorok

Global
Ini Manusia dengan Modifikasi Tubuh Terbanyak di Dunia, Punya 453 Tindikan

Ini Manusia dengan Modifikasi Tubuh Terbanyak di Dunia, Punya 453 Tindikan

Global
AS Maju Upayakan Gencatan Senjata yang Sempat Gagal dalam Konflik Armenia-Azerbaijan

AS Maju Upayakan Gencatan Senjata yang Sempat Gagal dalam Konflik Armenia-Azerbaijan

Global
Kisah Seorang Nenek yang Jago Lempar Pisau, Pernah Sabet Juara Dunia

Kisah Seorang Nenek yang Jago Lempar Pisau, Pernah Sabet Juara Dunia

Global
Israel Sambut Era Baru Normalisasi dengan Sudan, Palestina Merasa Ditikam Lagi

Israel Sambut Era Baru Normalisasi dengan Sudan, Palestina Merasa Ditikam Lagi

Global
Pesawat Latihan AL AS Jatuh di Permukiman Padat Penduduk, 2 Tewas

Pesawat Latihan AL AS Jatuh di Permukiman Padat Penduduk, 2 Tewas

Global
Momen Manis, Pasangan Ini Bertemu dan Menikah di Drive-Thru Dunkin' Donuts

Momen Manis, Pasangan Ini Bertemu dan Menikah di Drive-Thru Dunkin' Donuts

Global
Larangan Aborsi di Warsawa, Puluhan Ribu Orang Protes dan Turun ke Jalan

Larangan Aborsi di Warsawa, Puluhan Ribu Orang Protes dan Turun ke Jalan

Global
Trump Umumkan Normalisasi Hubungan Diplomatik Israel dan Sudan

Trump Umumkan Normalisasi Hubungan Diplomatik Israel dan Sudan

Global
Jusuf Kalla Tiba di Arab Saudi Bahas Tindak Lanjut Pembangunan Museum Internasional

Jusuf Kalla Tiba di Arab Saudi Bahas Tindak Lanjut Pembangunan Museum Internasional

Global
komentar
Close Ads X