560 Orang Tewas Selama Demo Anti-pemerintah di Irak

Kompas.com - 31/07/2020, 15:22 WIB
Demonstran Irak berpartisipasi dalam demonstrasi menentang korupsi, layanan publik yang buruk, dan pengangguran kronis di Lapangan Khellani, Baghdad, pada 4 Oktober 2019. Jumlah korban tewas hingga saat ini dilaporkan mencapai 73 orang. AFP/AHMAD AL-RUBAYEDemonstran Irak berpartisipasi dalam demonstrasi menentang korupsi, layanan publik yang buruk, dan pengangguran kronis di Lapangan Khellani, Baghdad, pada 4 Oktober 2019. Jumlah korban tewas hingga saat ini dilaporkan mencapai 73 orang.

BAGHDAD, KOMPAS.com – Pemerintah Irak melaporkan bahwa setidaknya 560 warga dan petugas keamanan tewas akibat aksi protes anti-pemerintah yang berlangsung selama berbulan-bulan pada tahun lalu.

Perdana Menteri Irak Mustafa Al Kadhimi berjanji untuk menyelidiki kematian dan penahanan ratusan demonstran dalam aksi yang menggulingkan pemerintah sebelumnya.

Dilansir dari CGTN News, Jumat (31/7/2020), jumlah korban tewas tersebut sama dengan yang dilaporkan oleh beberapa media dan kelompok hak asasi manusia (HAM).

Penasihat Perdana Menteri Irak Hisham Daoud mengatakan, semua orang yang tewas dalam aksi tersebut akan dianggap sebagai martir.

Baca juga: Zona Hijau Diserang, Rudal Hampir Hantam Kedubes AS di Irak

Dia menambahkan, pihak keluarga korban akan ditawari 8.380 dollar Amerika Serikat (AS) atau senilai Rp 122 juta sebagai kompensasi.

Aksi demonstrasi itu bermula pada 1 Oktober 2019 dan terus berlanjut selama beberapa bulan berikutnya.

Ratusan ribu rakyat Irak menuntut lapangan pekerjaan dan pemecatan elite penguasa yang dianggap korup.

Aksi demonstrasi yang semakin meluas dan masif tersebut menyebabkan pengunduran diri Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi.

Baca juga: Cegah Tentara Turki Masuk Lebih Jauh, Pasukan Irak Siaga di Perbatasan

Setelah itu, mantan kepala dinas intelijen Irak, yakni Mustafa Al Kadhimi, naik ke tampuk kekuasaan menggantikan Mahdi.

Pada Kamis (30/7/2020), sebuah komite pencari fakta bertugas untuk menyelidiki kematian dua pengunjuk rasa yang tewas pada Minggu (26/7/2020).

Menteri Dalam Negeri Irak Othman Al Ghanimi mengatakan, akibat insiden tersebut, tiga personel petugas keamanan ditangguhkan dan digiring ke meja hijau.

Mereka terbukti bersalah karena menggunakan peluru tajam untuk melawan pengunjuk rasa.

Baca juga: Trump Sebut Keputusan Bush soal Perang Irak adalah yang Terburuk dalam Sejarah Amerika

Halaman:

Sumber CGTN News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Global
Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Global
Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Global
Demo di Depan Vila Raja Thailand, Aktivis Pasang Plakat 'Negara Milik Rakyat'

Demo di Depan Vila Raja Thailand, Aktivis Pasang Plakat "Negara Milik Rakyat"

Global
Ada Jenazah di Dalam Toilet, Pesawat Air China Mendarat Darurat

Ada Jenazah di Dalam Toilet, Pesawat Air China Mendarat Darurat

Global
Gadis Kasta Dalit Diperkosa dan Dianiaya Hingga Lumpuh, Tersangka dari Kasta di Atasnya

Gadis Kasta Dalit Diperkosa dan Dianiaya Hingga Lumpuh, Tersangka dari Kasta di Atasnya

Global
Operasi Besar-besaran Polisi Inggris Tangkap 1.000 Pengedar dan Narkotika Senilai Rp 22,9 Miliar

Operasi Besar-besaran Polisi Inggris Tangkap 1.000 Pengedar dan Narkotika Senilai Rp 22,9 Miliar

Global
Keren, Batmobile Sungguhan Dibuat di Vietnam, Bisa Melaju 100 Km/Jam

Keren, Batmobile Sungguhan Dibuat di Vietnam, Bisa Melaju 100 Km/Jam

Global
Korban Tewas Kecelakaan Pesawat AU Ukraina Meningkat Jadi 26, 1 Orang Selamat

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat AU Ukraina Meningkat Jadi 26, 1 Orang Selamat

Global
Jenazah Perempuan Ini Diikat di Sepeda Motor Sebelum Dibawa ke Rumah Duka

Jenazah Perempuan Ini Diikat di Sepeda Motor Sebelum Dibawa ke Rumah Duka

Global
Dirawat Beberapa Jam di RS, 3 Yahudi Ortodoks Meninggal karena Covid-19

Dirawat Beberapa Jam di RS, 3 Yahudi Ortodoks Meninggal karena Covid-19

Global
PM Australia: Dunia Harus Tahu Asal Muasal Covid-19

PM Australia: Dunia Harus Tahu Asal Muasal Covid-19

Global
Trump: Debat dengan Joe Biden seperti Laga UFC

Trump: Debat dengan Joe Biden seperti Laga UFC

Global
Suami Belikan 1 Hektar Tanah di Bulan untuk Istri, Segini Harganya

Suami Belikan 1 Hektar Tanah di Bulan untuk Istri, Segini Harganya

Global
Suami Berniat Racuni Istrinya, Anaknya Juga Meninggal karena Meminum ASI

Suami Berniat Racuni Istrinya, Anaknya Juga Meninggal karena Meminum ASI

Global
komentar
Close Ads X