Kompas.com - 29/03/2020, 19:29 WIB
Anggota Bulan Sabit Merah Iran menyemprotkan disinfektan ke warga yang selesai melakukan tes virus corona, di luar Teheran, Iran, 26 Maret 2020. ABEDIN TAHERKENAREH/EPA-EFEAnggota Bulan Sabit Merah Iran menyemprotkan disinfektan ke warga yang selesai melakukan tes virus corona, di luar Teheran, Iran, 26 Maret 2020.

TEHERAN, KOMPAS.com - Minggu (29/3/2020) Iran mengumumkan penambahan 2.901 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan ini menjadikan total kasus sebanyak 38.309.

Bersamaan dengan ini, Iran juga mengumumkan 123 kematian baru, yang membuat jumlah korban virus corona menjadi 2.640.

Baca juga: Perancis dan Iran Lakukan Pertukaran Tahanan

"Dalam 24 jam terakhir kita mencatatkan 123 korban meninggal dan 2.901 orang yang terinfeksi."

"(Angka) ini membuat total orang yang terinfeksi berjumlah 38.309," tulis Alireza Vahabzadeh, Penasihat Menteri Kesehatan Iran, di Twitter-nya.

Baca juga: Di Tengah Wabah Covid-19, AS Beri Sanksi Baru untuk Iran

Selain mengumumkan jumlah kasus dan korban meninggal, Vahabzadeh juga mencatumkan kabar baik, berupa jumlah pasien yang sembuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"12.391 orang yang terinfeksi virus ini telah pulih," lanjutnya.

Kemudian secara terpisah Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour dalam sebuah siaran televisi mengatakan 3.467 pasien dalam kondisi kritis.

Baca juga: Pemerintah Iran Tolak Bantuan LSM Atasi Virus Corona

"Saya dengan senang mengumumkan 12.391 pasien yang terinfeksi di penjuru negeri kini telah sembuh."

"Usia rata-rata pasien yang meninggal karena penyakit ini adalah 69 tahun," kata Jahanpour.

Baca juga: Spasojevic Ungkap Sisi Positif Penundaan Liga Terkait Pandemi Covid-19

Jika abaikan anjuran, 3,5 juta orang akan mati

Sebuah studi yang dilakukan di Iran menyatakan, 3,5 juta orang bakal meninggal jika warga tak mengikuti anjuran pemerintah terkait wabah virus corona.

Baca juga: Studi Iran: Jika Tak Ikuti Anjuran Pemerintah soal Virus Corona, 3,5 Juta Orang Bakal Meninggal

Hasil itu diungkapkan oleh kontributor Wall Street Journal untuk Timur Tengah, Sune Engel Rasmussen, dalam kicauannya di Twitter.

Rasmussen memaparkan studi dari Universitas Sharif mengenai seberapa besar dampak jika warga Iran mematuhi imbauan pemerintah mengenai wabah virus corona.

Dilansir The Guardian Rabu (18/3/2020), terdapat tiga skenario yang muncul seberapa besar kemauan masyarakat mengikuti aturan pemerintah:

Baca juga: Trump Tawarkan Bantuan Atasi Virus Corona, Iran Menolak

  • Jika rakyat Iran mematuhi sepenuhnya peraturan yang diberikan pemerintah, maka korban meninggal kemungkinan berada di angka 12.000.
  • Jika masyarakat hanya setengah-setengah menjalankan aturan, maka kematian karena Covid-19 bisa menyentuh level 110.000 orang.
  • Jika tidak ada kerja sama sekali dari masyarakat, maka ketika puncak wabah terjadi pada Juni, akan ada 3,5 juta orang yang meninggal.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buku Pertama tentang Polandia dalam Bahasa Indonesia Resmi Diterbitkan

Buku Pertama tentang Polandia dalam Bahasa Indonesia Resmi Diterbitkan

Global
Polisi China Berhasil Tangkap Pelarian Korea Utara yang Kabur dari Penjara

Polisi China Berhasil Tangkap Pelarian Korea Utara yang Kabur dari Penjara

Global
Anggota Parlemen Selandia Baru Bersepeda ke RS untuk Melahirkan

Anggota Parlemen Selandia Baru Bersepeda ke RS untuk Melahirkan

Global
Gempa Kuat M 7,5 di Peru, Hampir Separuh Negara Berguncang

Gempa Kuat M 7,5 di Peru, Hampir Separuh Negara Berguncang

Global
Waspada, Covid-19 Varian Omicron Sudah Masuk Australia

Waspada, Covid-19 Varian Omicron Sudah Masuk Australia

Global
PM Kepulauan Solomon Tolak Tekanan untuk Mengundurkan Diri Setelah Kerusuhan

PM Kepulauan Solomon Tolak Tekanan untuk Mengundurkan Diri Setelah Kerusuhan

Global
Dokter Penemu Covid-19 Varian Omicron Sebut Gejalanya Tidak Biasa tapi Ringan

Dokter Penemu Covid-19 Varian Omicron Sebut Gejalanya Tidak Biasa tapi Ringan

Global
Pemimpin Pemerintahan Taliban Muncul dan Berjanji Tidak Ikut Campur Urusan Negara Lain

Pemimpin Pemerintahan Taliban Muncul dan Berjanji Tidak Ikut Campur Urusan Negara Lain

Global
Mengenang Panggung Terakhir John Lennon, Berduet dengan Elton John

Mengenang Panggung Terakhir John Lennon, Berduet dengan Elton John

Global
Mengenal Barbados, Persemakmuran Inggris yang Pisah jadi Republik

Mengenal Barbados, Persemakmuran Inggris yang Pisah jadi Republik

Global
Video Penumpang Gelap Ditemukan Hidup di Ruang Roda Pendaratan, Buat Netizen Terkejut

Video Penumpang Gelap Ditemukan Hidup di Ruang Roda Pendaratan, Buat Netizen Terkejut

Global
Khawatir Omicron, Belanda Mulai Berlakukan Pembatasan Lebih Ketat

Khawatir Omicron, Belanda Mulai Berlakukan Pembatasan Lebih Ketat

Global
Joystick Raksasa 9 Kaki Masuk Rekor Dunia, Bagaimana Cara Memainkannya?

Joystick Raksasa 9 Kaki Masuk Rekor Dunia, Bagaimana Cara Memainkannya?

Global
Cegah Bahaya Tertabrak, UU Baru Dewan Australia Barat Larang Kucing ke Luar Rumah

Cegah Bahaya Tertabrak, UU Baru Dewan Australia Barat Larang Kucing ke Luar Rumah

Global
Boeing 737 Tabrak Kawanan Burung Saat Akan Mendarat, Bangkai dan Darah Berceceran di Bodi Pesawat

Boeing 737 Tabrak Kawanan Burung Saat Akan Mendarat, Bangkai dan Darah Berceceran di Bodi Pesawat

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.