Di Tengah Wabah Covid-19, AS Beri Sanksi Baru untuk Iran

Kompas.com - 27/03/2020, 11:25 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat mengaktifkan Garda Nasional di negara bagian California, New York, dan Washington, pada 21 Maret 2020. JIM LO SCALZO/EPA-EFEPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat mengaktifkan Garda Nasional di negara bagian California, New York, dan Washington, pada 21 Maret 2020.

WASHINGTON, D.C, KOMPAS.com - Pada Kamis (26/3/2020) AS memasukkan 20 perusahaan Iran dan perusahaan yang berbasis di Irak, otoritas dan individual Iran ke dalam daftar hitam.

Tak hanya itu, AS menuduh mereka mendukung kelompok teroris dan meningkatkan tekanan kepada Teheran meski negara itu sedang kesulitan di tengah wabah virus corona.

Departemen Keuangan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa individu-individu dan entitas tersebut di antaranya pendukung Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan pasukan paramiliter serta spionase asing elitnya.

Baca juga: Hasil Konferensi Virtual G-20 Sepakat Solid Atasi Wabah Virus Corona

Selain itu juga pasukan Quds yang mengirim bantuan fatal ke milisi yang didukung Iran di Irak seperti Kataib Hezbollah dan Asaib Ahlul Haq.

Departemen Keuangan AS mengatakan individu-individu dan entitas tersebut terlibat dalam penyelundupan senjata ke Irak dan Yaman.

Mereka juga menjual minyak Iran yang masuk daftar hitam AS kepada Pemerintah Suriah, Bashar al-Assad, juga termasuk kegiatan lainnya yang tidak dijabarkan lebih detil.

Baca juga: Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: Vaksin yang Dikembangkan Bisa Tahan Lama

Sanksi baru ini berupa pembekuan aset yang dimiliki AS dari orang-orang yang disebut tadi dan secara umum melarang orang AS berbisnis dengan mereka.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin mengatakan, "Iran menggunakan jaringan perusahaan depan untuk mendanai kelompok-kelompok teroris di seluruh wilayah."

Menurut Mnuchin, Iran selama ini juga telah menyedot sumber daya dari rakyat Iran sendiri dan memprioritaskan proxy-proxy teroris di atas kebutuhan dasar rakyatnya.

Baca juga: Cara Kontroversial Swedia Lawan Virus Corona

Sementara itu, dikutip dari media Perancis AFP, menyikapi sanksi baru yang diberikan AS, pihak China dan Iran pada Kamis (26/3/2020) membentuk grup negara-negara untuk meminta PBB menekan AS untuk mengangkat sanksi karena kondisi Iran kini tengah berjuang melawan wabah Covid-19.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP,Arab News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Sudah 16 Hari Lockdown, Korban Meninggal Virus Corona di Italia Capai 10.000 Orang

Meski Sudah 16 Hari Lockdown, Korban Meninggal Virus Corona di Italia Capai 10.000 Orang

Global
[POPULER GLOBAL] Penjual Udang di Wuhan 'Pasien Nol' Virus Corona | Menkes Inggris Terpapar Covid-19

[POPULER GLOBAL] Penjual Udang di Wuhan "Pasien Nol" Virus Corona | Menkes Inggris Terpapar Covid-19

Global
Adik Ipar PM Inggris Boris Johnson Juga Positif Covid-19, dan Sedang Hamil

Adik Ipar PM Inggris Boris Johnson Juga Positif Covid-19, dan Sedang Hamil

Global
832 Meninggal dalam 24 Jam, Spanyol Catatkan Total 5.812 Korban Covid-19

832 Meninggal dalam 24 Jam, Spanyol Catatkan Total 5.812 Korban Covid-19

Global
Wabah Virus Corona, Google Diperkirakan Tidak Merayakan April Mop Tahun Ini

Wabah Virus Corona, Google Diperkirakan Tidak Merayakan April Mop Tahun Ini

Global
India Lockdown, Pria Ini Bersepeda 12 km Gendong Istrinya yang Terluka

India Lockdown, Pria Ini Bersepeda 12 km Gendong Istrinya yang Terluka

Global
Istri Larang Nonton Gambar Porno di Rumah, Pria Ini Nonton di Kantor

Istri Larang Nonton Gambar Porno di Rumah, Pria Ini Nonton di Kantor

Global
Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 50 Persen Pasien di Korsel Sembuh

Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 50 Persen Pasien di Korsel Sembuh

Global
Update Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai 'Hidup' Lagi | Brunei Umumkan Kematian Pertama

Update Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai 'Hidup' Lagi | Brunei Umumkan Kematian Pertama

Global
Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

Polisi Spanyol Bekuk 6 Pelaku Pesta Seks yang Langgar Aturan Lockdown

Global
Di Tengah Upaya Lawan Covid-19, Presiden Brasil: Akan Ada yang Mati, Itulah Hidup

Di Tengah Upaya Lawan Covid-19, Presiden Brasil: Akan Ada yang Mati, Itulah Hidup

Global
Kasus Pertama, Kucing di Belgia Positif Terinfeksi Virus Corona

Kasus Pertama, Kucing di Belgia Positif Terinfeksi Virus Corona

Global
Survei: 12 Persen Pekerja AS Matikan Kamera Saat Teleconference karena Malu

Survei: 12 Persen Pekerja AS Matikan Kamera Saat Teleconference karena Malu

Global
Wuhan Bersiap Cabut Lockdown, Kereta Bawah Tanah Mulai Beroperasi

Wuhan Bersiap Cabut Lockdown, Kereta Bawah Tanah Mulai Beroperasi

Global
Perjuangan Dokter di Malaysia Tangani Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Perjuangan Dokter di Malaysia Tangani Virus Corona: Jika Bukan Kami, Siapa Lagi?

Global
komentar
Close Ads X