Novelis Inggris, Howard Jacobson Sudah Jaga Jarak Sosial Sebelum Aturan Social Distancing Diberlakukan

Kompas.com - 29/03/2020, 14:41 WIB
Sebuah gambar bertanggal 27 September 2009 menunjukkan penulis Inggris Howard Jacobson berpose untuk foto-foto selama wawancara pada acara The Guardian Hay Festival di Segovia, Spanyol. EPA/JUAN MARTIN MISISSebuah gambar bertanggal 27 September 2009 menunjukkan penulis Inggris Howard Jacobson berpose untuk foto-foto selama wawancara pada acara The Guardian Hay Festival di Segovia, Spanyol.

LONDON, KOMPAS.com - Novelis asal Inggris, Howard Jacobson tengah berada di Tenerife, Spanyol ketika berita tentang virus corona alias Covid-19 terjadi di London.

Pada 27 Februari lalu, Jacobson sedang berada di sebuah kafe di La Caleta, sebuah desa nelayan cantik di Tenerife, Spanyol. Hari itu juga dia hendak kembali pulang ke London.

Pasangan suami istri itu sebenarnya enggan pulang. Namun, karena ada satu kasus infeksi virus corona dilaporkan terjadi di pulau itu, Jacobson dan istrinya, Jenny bergegas pergi.

Baca juga: Di Tengah Wabah Corona, Korea Utara Masih Lakukan Uji Coba Rudal

Keduanya kemudian menceritakan bagaimana untuk pertama kalinya memiliki perasaan tidak nyaman ketika berada di dalam pesawat.

"Saat itu masih sangat awal akan rasa takut dan belum ada seorang pun yang bicara tentang social distancing, tapi saya pribadi sudah memiliki insting untuk jaga jarak sosial," tulis Jacobson dalam tulisan esai sastranya yang dimuat oleh The Guardian.

Novelis yang pernah memenangkan the Man Booker Prize atas novel grafisnya yang berjudul The Finkler Question pada 2010 ini kemudian tiba di Gatwick.

Baca juga: Wabah Corona Buat Ratu Inggris dan Suaminya Hidup Serumah Lagi Setelah 2 Tahun

 

Setelah bebas dari bea cukai, dia membeli koran berbahasa Inggris yang berbunyi, "Inggris peringatkan kepanikan massal ketika upaya penghentian wabah kian meningkat."

Jacobson dan Jenny kemudian berjumpa dengan beberapa orang asal Manchester untuk makan siang bersama. Ketika berjumpa, mereka tidak cipika-cipiki, juga mengganti jabat tangan dengan 'tos siku' yang canggung.

Sementara Jenny, istrinya itu menikmati perbincangan dan menyukai salaman ala Namaste orang Hindu, Jacobson mengaku tidak terlibat dalam percakapan dan konsentrasinya tersita.

Baca juga: Bayi di AS Meninggal karena Terinfeksi Virus Corona

Menurut Jacobson, ketakutan kini telah mengambil seluruh ruang dalam perhatiannya. Terlebih ketika dia melihat pasangan muda berusia 20-an tengah berpelukan dan berciuman di meja seberang mereka.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X