Virus Corona, Selandia Baru Batalkan Setahun Peringatan Penembakan Christchurch

Kompas.com - 14/03/2020, 18:45 WIB
Warga Pakistan menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan lilin bersama di Lahore, mengecam insiden penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (16/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka. AFP PHOTO/ARIF ALIWarga Pakistan menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan lilin bersama di Lahore, mengecam insiden penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (16/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Selandia Baru membatalkan satu tahun peringatan tragedi penembakan di masjid Christchurch karena wabah virus corona.

Dalam keterangannya seperti dilansir AFP Sabtu (14/3/2020), Perdana Menteri Jacinda Ardern berujar, dia sangat sedih karena acara ini harus dibatalkan.

"Namun dalam memperingati tragedi yang menyedihkan ini, kami tidak boleh menciptakan risiko bahwa orang lain akan tertular (virus corona)," papar dia.

Baca juga: Teroris Penembak Masjid Selandia Baru Bakal Dites Kejiwaannya

Sebanyak 51 jemaah Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch tewas diserang oleh teroris ketika hendak melaksanakan Shalat Jumat pada 15 Maret 2019.

Si teroris, Brenton Tarrant, berasal dari Australia, di mana dia memang telah mempunyai rencana untuk menyerang Christchurch.

Dia bakal disidang pada 2 Juni, dengan 51 dakwaan pembunuhan, terorisme, serta 41 dakwaan percobaan pembunuhan terhadap jemaah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peringatan satu tahun tersebut diperkirakan bakal menarik ribuan orang dari seluruh dunia. Meski begitu, Ardern menyatakan pihaknya perlu melakukan upaya pencegahan.

Ardern menuturkan, karena orang dari berbagai negara akan datang, otoritas bisa kesulitan melacak siapa yang melakukan kontak jika terjadi infeksi.

Baca juga: Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru: Jangan Sedih, Aku Baik-baik Saja...

"15 Maret bakal dimanfaatkan warga Selandia Baru untuk merefleksikan tragedi dengan cara mereka sendiri peristiwa setahun lalu," paparnya.

Dia juga mengumumkan kebijakan yang menurutnya "larangan perbatasan paling ketat sedunia" untuk memerangi Covid-19, penyakit yang diakibatkan virus tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP,Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X