Hendak Kudeta Raja Salman, Pangeran Berpengaruh Saudi Ditangkap MBS

Kompas.com - 07/03/2020, 16:52 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mengunjungi situs wisata Tembok Besar China, Kamis (21/2/2019). (Twitter/Bader Al Asaker) Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mengunjungi situs wisata Tembok Besar China, Kamis (21/2/2019). (Twitter/Bader Al Asaker)

KOMPAS.com - Dikutip dari The Wall Street Journal, terdapat penahanan dua anggota kerajaan Arab Saudi yang dilakukan atas perintah MBS. Sumber lain seperti BBC mengatakan, ada tiga orang anggota.

Dua anggota kerajaan itu, diyakini memiliki rencana menggulingkan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Mereka adalah adik laki-laki Raja Salman, Pangeran Ahmed bin Abdelaziz yang berpengaruh, serta sepupu MBS, Pangeran Nawaf bin Nayef.

Baca juga: MBS Perintahkan Penangkapan Tiga Anggota Senior Kerajaan Arab Saudi

Sumber BBC mengatakan satu lagi anggota kerajaan yang ditangkap bernama Mohammed bin Nayef, seorang mantan putra mahkota.

Penahanan ini dilakukan atas perintah MBS pada Jumat (06/03/2020) di kediaman masing-masing anggota kerajaan tersebut.

Meski begitu, pangeran MBS sejauh ini dinilai telah memicu kebencian di antara anggota keluarga kerajaan terkemuka yang berkuasa dengan cara memperketat kekuasaannya.

Kepemimpinannya juga masih dipertanyakan, apalagi kasus pembunuhan jurnalis terkemuka pada 2018 silam oleh agen-agen Saudi makin menyudutkannya.

Penahanan Pangeran Ahmed, satu-satunya saudara lelaki Raja Salman yang masih hidup juga diperkirakan karena dia satu-satunya anggota kerajaan yang memungkinkan dipercaya dan didukung oleh anggota kerajaan secara umum, oleh dewan keamanan dan beberapa kekuatan politik dari Barat.

Baca juga: PM Israel Dikabarkan Bertemu Putra Mahkota MBS, Ini Jawaban Arab Saudi

Selain itu, The New York Times juga mengungkapkan adanya motif lain yang menjadi kemungkinan penahanan anggota-anggota kerajaan tersebut. Yakni usaha pangeran MBS dalam mengunci penantang-penantangnya yang potensial untuk tahta raja Arab Saudi.

Bagaimanapun, Mohammed bin Salman sejak diangkat menjadi putra mahkota sangat ambisius memodernisasikan nilai-nilai konservatif Kerajaan Saudi.

Dia mengizinkan perempuan di Saudi untuk memiliki SIM, mengendarai mobil dan dia membuka kembali bioskop yang telah ditutup selama 35 tahun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Melanda, Pemerintah Jepang Minta Aturan Covid-19 Tetap Dijalankan

Banjir Melanda, Pemerintah Jepang Minta Aturan Covid-19 Tetap Dijalankan

Global
Strategi Baru China untuk Bendung Gelombang Kedua Virus Corona

Strategi Baru China untuk Bendung Gelombang Kedua Virus Corona

Global
Niat Bakar Mobil Istri, Pria Ini Malah Racuni 2 Anaknya yang Masih Kecil

Niat Bakar Mobil Istri, Pria Ini Malah Racuni 2 Anaknya yang Masih Kecil

Global
Ini Rudal Javelin yang Digunakan Ukraina untuk Melawan Tank Rusia

Ini Rudal Javelin yang Digunakan Ukraina untuk Melawan Tank Rusia

Global
Kanye West Ungkap Ingin Jadi Presiden AS Saat di Kamar Mandi

Kanye West Ungkap Ingin Jadi Presiden AS Saat di Kamar Mandi

Global
20 Jam Sendirian di Hutan, Anak Ini Selamat Sementara Ayahnya Tewas Ditembak

20 Jam Sendirian di Hutan, Anak Ini Selamat Sementara Ayahnya Tewas Ditembak

Global
Pergi ke Pantai Italia Sambil Telanjang, 6 Turis Didenda Rp 54 Juta

Pergi ke Pantai Italia Sambil Telanjang, 6 Turis Didenda Rp 54 Juta

Global
Bukti Baru Ungkap Kata Terakhir George Floyd Sebelum Tewas

Bukti Baru Ungkap Kata Terakhir George Floyd Sebelum Tewas

Global
Jaringan Global Agen Rahasia China dari 'Tawarkan Posisi Direktur' hingga 'Jebakan Perempuan Atraktif'

Jaringan Global Agen Rahasia China dari 'Tawarkan Posisi Direktur' hingga 'Jebakan Perempuan Atraktif'

Global
Ukraina Siapkan Rudal Javelin untuk Melawan Tank Rusia

Ukraina Siapkan Rudal Javelin untuk Melawan Tank Rusia

Global
Patung Melania Trump di Slovenia Dibakar saat Perayaan Kemerdekaan AS

Patung Melania Trump di Slovenia Dibakar saat Perayaan Kemerdekaan AS

Global
Asal Muasal Virus Corona Akan Diselidiki Tim WHO di China Akhir Pekan Ini

Asal Muasal Virus Corona Akan Diselidiki Tim WHO di China Akhir Pekan Ini

Global
Lansia Tembak Tetangga dan Gadis Berusia 11 Tahun gara-gara Anjing

Lansia Tembak Tetangga dan Gadis Berusia 11 Tahun gara-gara Anjing

Global
Tragedi Pemerkosaan Terhadap Lebih dari 50 Wanita, Mesir Mulai Anggap Kejahatan Seksual sebagai Kasus Penting

Tragedi Pemerkosaan Terhadap Lebih dari 50 Wanita, Mesir Mulai Anggap Kejahatan Seksual sebagai Kasus Penting

Global
China Akan Bangun 6 sampai 8 Reaktor Nuklir hingga 2025

China Akan Bangun 6 sampai 8 Reaktor Nuklir hingga 2025

Global
komentar
Close Ads X