Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/08/2023, 14:56 WIB
Krisda Tiofani,
Yuharrani Aisyah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tak sedikit jajaran gerobak dan stan es teh manis solo yang terlihat di pinggir jalan sekitar Jabodetabek.

Setidaknya, sebulan belakangan banyak merek es teh manis yang menjajakan segelas teh dengan es seharga 3.000-an.

Rio Hero Marshal Macless, founder Dejumbo Es Teh Manis Solo, menjelaskan awal mula keviralan bisnis es teh manis.

"Di Ciledug itu ada satu penjual teh di mobil angkot, tetapi gak ada brand-nya dan itu antreannya panjang banget," kata Rio saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (15/8/2023).

Menurutnya, penjual es teh tanpa merek di Ciledug, Banten, mengawali tren bisnis es teh manis ini, khususnya di Jabodetabek.

Rio pun meramaikan bisnis teh manis ini. Memiliki pengalaman bisnis minuman manis sejak awal 2019, dirinya ikut membuka kemitraan es teh manis bernama Dejumbo Es Teh Manis Solo.

Peluang bisnis teh manis sebenarnya sudah dilihat sejak dulu, sebelum bisnis ini ramai.

"Dulu pengin bikin namanya teh jawa karena merasakan teh di Jawa kok beda, lebih enak," kata Rio.

Bisnis franchise es teh manis ini dimulai dari menawarkan paket usaha pada mitra yang sudah bekerja sama dengan merek minuman Rio sebelumnya.

"Kami kasih mereka menunya untuk buka (jualan) duluan. Ketika sudah tau pasarnya, baru kami tawarkan franchise es teh untuk umum seperti sekarang," ujar Rio.

Baca juga:

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com