Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/11/2022, 15:27 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Albertus Adit

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Siswa dan sekolah yang terdampak Gempa Cianjur, Jawa Barat punya 3 opsi belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi memberikan 3 opsi tersebut karena dampak gempa Cianjur yang sangat besar.

"Daring, hybrid (luring dan daring), dan melakukan pembelajaran secara shift (pagi dan siang)" jelasnya, dilansir dari laman Disdik Jabar.

Ia mengatakan pihaknya menyerahkan kepada satuan pendidikan atau sekolah untuk membuat kewenangan atau kebijakan mana yang bisa memudahkan proses belajar mengajar.

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dilakukan Saat Gempa, Siswa Harus Ingat

Hingga saat ini sudah ada 26 sekolah yang rusak berat, sedang maupun ringan. Dari 26 sekolah, terdapat 138 unit ruang kelas, termasuk ruang guru yang rusak berat.

Sekolah yang paling berat kerusakannya akibat gempa berlokasi di Cugenang dan Cilaku, termasuk di SMAN 1 Cianjur.

"Kita juga telah menghubungi DP3AKB, termasuk P2TP2A untuk melakukan trauma healing kepada siswa yang terdampak gempa," ungkap Kadisdik.

Pihaknya pun sudah berpesan kepada kepala sekolah dan kantor cabang dinas terkait pelaksanakan ujian akhir semester (UAS).

UAS bisa memakai pola-pola yang ramah anak karena ada anak yang masih dalam kondisi traumatis.

"Mengingat, di awal Desember siswa melaksanakan ujian akhir semester," tuturnya.

 Baca juga: Perlukah Kurikulum Anti Bullying di Sekolah? Ini Kata Pakar UPI

Sedangkan untuk satuan pendidikan atau sekolah yang terdampak gempa, diimbau melakukan pembersihan lokasi.

"Terutama yang kerusakannya di atas 50 persen akan kita ajukan bantuan pendirian tenda-tenda untuk proses belajar mengajar," ucapnya.

Selain itu, akan ada tim konsultan yang menilai kelayakan bangunan sekolah, apakah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar atau tidak.

"Kita pun sudah menyampaikan kepada Kemendikbud akan segera melakukan perbaikan sarana-sarana, baik yang bersumber dari DAK pusat, APBD, CSR ataupun dari anggaran tak terduga," paparnya.

 

Namun, menurut Dedi jika dianggap membahayakan, pihaknya akan memproses kajian dari konsultan sehingga bisa dibangun ulang.

Dedi pun meminta doa bagi keselamatan para korban. "Mohon doanya, semoga diberikan keselamatan dan kelancaran," ucapnya.

Kita semua turut berduka, atas apa yang dialami oleh saudara-saudara kita di area gempa Cianjur. Mari bantu mereka dengan apapun kita mampu, bantuan doa dan donasi akan sangat bermanfaat bagi mereka.

Uluran tangan Anda dapat disalurkan melalui link: bit.ly/bantukorbancianjur.

#MariBersamaBerdonasi_

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com