Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Fakultas Kehutanan UGM, Tempat Jokowi Emban Ilmu S1

Kompas.com - 13/10/2022, 12:36 WIB
Andia Christy,
Dian Ihsan

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu terakhir tengah menjadi perbincangan hangat.

Hal itu terjadi akibat Jokowi disebut sebagai alumni Program Sarjana (S1) UGM Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980.

Sesuai ketentuan dan bukti kelulusan yang dimiliki oleh kampus, Jokowi dinyatakan lulus dari UGM pada 1985.

Baca juga: Tempat Pendidikan Jokowi, dari SD hingga Masuk Fakultas Kehutanan UGM

Terbukti, Jokowi menyelesaikan skripsinya dengan judul "Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta".

Dari situ, Jokowi memanfaatkan ilmu kuliahnya untuk belajar struktur kayu, pemanfaat, dan teknologinya.

Sampai akhirnya, dia bertekad untuk berbisnis di bidang kayu sebelum kini menjadi Presiden Republik Indonesia.

Sebelum menjadi perbincangan seperti itu pun, Fakultas Kehutanan UGM memiliki sistem pendidikan dan prospek karier bagi lulusannya yang begitu menjanjikan.

Berdasarkan data yang dipublikasikan UGM pada buku panduan akademik 2019, dari seluruh mahasiswa reguler dan lulusan dalam lima tahun terakhir hingga Agustus 2018, total mahasiswa yang diterima sebesar 1.178 dan total lulusan sebanyak 1.043.

Bahkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata lulusan berada di atas 3,25 serta tidak ada lulusan yang memperoleh IPK kurang dari 2,00.

Profil singkat Fakultas Kehutanan UGM

Melansir situs resmi Fakultas Kehutanan UGM, pada Rapat Senat Terbuka UGM tahun ajaran 1951-1952, bagian Kehutanan pada Fakultas Pertanian UGM dibuka dan dideklarasikan secara resmi.

Baca juga: Dua Mahasiswa Unair Jadi Pembicara di FBI karena Bongkar Kasus Ini

Sejak saat itu, nama Fakultas Pertanian berubah menjadi Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM.

Hingga pada akhirnya, Fakultas Kehutanan UGM secara resmi dinyatakan berdiri pada 17 Agustus 1963.

Saat ini fakultas memiliki visi menjadi lembaga pendidikan tinggi berkelas dunia di bidang ilmu dan teknologi kehutanan tropika, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai Pancasila.

Sementara misinya mengarah kepada menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk kemajuan ilmu, teknologi dalam pengelolaan ekosistem hutan tropika untuk kemajuan bangsa.

Fakultas juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih peminatan.

Mulai tahun 2010, Fakultas Kehutanan UGM menjadi fakultas dengan satu program studi (Prodi), yakni Prodi Kehutanan.

Baca juga: Dosen UM Surabaya: Bahaya Gas Air Mata Bisa Erosi Kornea hingga Buta

Dalam proses pembelajaran selanjutnya, mahasiswa dapat memfokuskan diri pada bidang keilmuan yang ingin ditekuni lewat 4 minat yang tersedia, yakni:

  1. Konservasi Sumber Daya Hutan: Memperkuat dan melengkapi pilar ilmu Landscape Ecology and Biodiversity Conservation.
  2. Manajemen Hutan: Memperkuat dan melengkapi pilar ilmu Forest Production System dan Forest Economic and Policy.
  3. Silvikultur: Memperkuat dan melengkapi pilar ilmu Forest Production System.
  4. Teknologi Hasil Hutan: Memperkuat dan melengkapi pilar ilmu Forest Product Science and Technology.

Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM dapat memelajari berbagai mata kuliah teori dan praktikum selama 8 semester.

Misalnya Perlindungan dan Kesehatan Hutan, Praktikum Pemanenan Hasil Hutan, Kehutanan Internasional, hingga Pariwisata Alam.

Bahkan, UGM juga membuka kesempatan bagi kamu untuk memilih mata kuliah peminatan yang diinginkan. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya terpaku pada mata kuliah wajib semata.

Baca juga: Rektor UGM Tegaskan Jokowi Adalah Alumnus UGM

Profil lulusan Fakultas Kehutanan sendiri terdiri dari 6 poin di bawah ini.

  1. Ahli pembangunan dan rehabilitasi hutan dan lahan.
  2. Pengelola Sumber Daya Hutan seperti pengelola konservasi Sumber Daya Alam (SDA) & konservasi Tanah dan Air (TA), hingga pengelola bisnis hutan lestari.
  3. Peneliti dan pendidik.
  4. Pengambilan kebijakan, keputusan dan manajemen bidang kehutanan.
  5. Pelaku atau pengelola bisnis Sumber Daya Hutan (SDH) seperti pengusahaan produk hasil hutan, eco socio enterpreneur.
  6. Penggerak masyarakat.

Biaya kuliah Fakultas Kehutanan UGM

Kategori Uang Kuliah Tunggal (UKT) UGM terbagi atas UKT 0 hingga UKT 9.

Masing-masing kategori berdasarkan jumlah penghasilan orangtua atau wali (penghasilan kotor+penghasilan tambahan).

Baca juga: Ini 5 Ciri-ciri Orang yang Cocok Masuk Jurusan Psikologi

Berikut kategori UKT Program Sarjana dan Sarjana Terapan, Jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri TA 2021/2022:

  • UKT Kategori 0: Peserta Bidikmisi
  • UKT Kategori 1: Penghasilan lebih kecil atau sama dengan Rp 500.000
  • UKT Kategori 2: Penghasilan lebih dari Rp 500.000 - Rp 2 juta
  • UKT Kategori 3: Penghasilan lebih dari Rp 2 juta - Rp 3,5 juta
  • UKT Kategori 4: Penghasilan lebih dari Rp 3,5 juta - Rp 5 juta
  • UKT Kategori 5: Penghasilan lebih dari Rp 5 juta - Rp 10 juta
  • UKT Kategori 6: Penghasilan lebih dari Rp 10 juta - Rp 20 juta
  • UKT Kategori 7: Penghasilan lebih dari Rp 20 juta - Rp 30 juta
  • UKT Kategori 8: Penghasilan lebih dari Rp 30 juta.

Baca juga: Ini Isi Pernyataan Resmi Rektor UGM Terkait Keaslian Ijazah Presiden Jokowi

Sementara untuk program studi Kehutanan tahun akademik 2022/2023 terdiri dari:

  • Kelompok I: Rp 500 ribu
  • Kelompok II: Rp 1 juta
  • Kelompok III: Rp 4,7 juta
  • Kelompok IV: Rp 5,5 juta
  • Kelompok V: Rp 7 juta
  • Kelompok VI: Rp 8.5 juta
  • Kelompok VII: Rp 10 juta
  • Kelompok VIII: Rp 11,5 juta

Demikian profil singkat Fakultas Kehutanan UGM dan biaya kuliah yang dapat menjadi referensi kamu jika berminat mengemban ilmu di tempat tersebut.

Lebih lengkapnya, kamu dapat mengunjungi situs resmi fakultas di fkt.ugm.ac.id.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com