Kompas.com - 01/10/2022, 13:34 WIB

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah menyebabkan hilangnya kemampuan belajar siswa (learning loss), terutama pada bidang keterampilan membaca (literasi) di tingkat sekolah dasar (SD).

Upaya pemulihan learning loss dapat dipercepat melalui sinergi sekolah dan Taman Baca Masyarakat (TBM). Hasil sinergi sekolah dan TBM di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), terbukti secara signifikan memulihkan 60 persen siswa yang mengalami learning loss.

Peningkatan yang signifikan ini, terjadi dalam waktu beberapa bulan saja.

“Program ini merupakan kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB), Yayasan Litara, dan Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM),” ungkap Leo Riski Ricardo, Wakil Ketua IKBM dalam Festival Literasi Indonesia (FLI) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (30/9/2022).

Festival Literasi Indonesia (FLI) digelar Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Kemendikbud Ristek bekerja sama dengan Forum TBM.

FLI 2022 dihadiri pegiat literasi dan pengurus TBM dari seluruh Indonesia. FLI tahun ini digelar di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, 28 September sampai 1 Oktober 2022 dengan mengusung tema "Transformasi Literasi dalam Konteks Merdeka Belajar".

Lebih lanjut Leo mengatakan kunci keberhasilan program sinergi ini terletak pada peran guru, pegiat TBM, dan ketersediaan material belajar seperti buku yang sesuai minat, usia, dan kemampuan baca anak.

Peran guru sangat penting untuk mengidentifikasi siswa yang mengalami learning loss dengan menggunakan asesmen diagnostik. Daftar nama anak yang mengalami learning loss diberikan kepada pegiat TBM untuk mendapat prioritas bantuan belajar.

Leo mengatakan, guru dan pegiat TBM membuat pembagian tugas dalam kegiatan penanganan learning loss. Pada pagi hari, proses pemulihan pembelajaran dilakukan oleh guru di sekolah. Guru menggunakan strategi pembelajaran terdiferensiasi.

Baca juga: Alteraksi Pesantren, KGSB dan BesiBerani Tingkatkan Literasi lewat Film

Asesmen diagnostik dan pembelajaran terdiferensiasi merupakan dua komponen penting dalam upaya pemulihan pembelajaran. Kedua komponen ini merupakan karakteristik utama Kurikulum Merdeka.

Kemendikbud Ristek meluncurkan kurikulum merdeka untuk mengatasi learning loss.
Sedangkan pada sore hari, pegiat TBM memberikan bimbingan belajar kepada siswa yang mengalami learning loss.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.