Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/06/2022, 13:17 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, Rektor IPB University, Prof. Arif Satria berkesempatan panen kopi konservasi di Kampung Cibulao, Desa Tugu Utara, Kabupaten Bogor.

Ternyata, Kopi Cibulao merupakan produk hasil binaan Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University.

Menurut Kepala LPPM IPB University, Dr. Ernan Rustiadi, pengabdian kepada masyarakat petani kopi Cibulao telah dimulai sejak 2015. P4W IPB University secara konsisten membina dan mendampingi petani untuk menghasilkan kopi terbaik.

Baca juga: Webinar IPB: Buah dan Sayur Ini Cocok untuk Kesehatan Kulit

Bahkan cita rasa kopi asli Bogor ini pernah dinobatkan sebagai juara pertama kopi robusta terbaik nasional pada Kontes Kopi Spesialti Indonesia pada 2016.

Banyak yang jadi petani kopi

Padahal, diakui para petani, awalnya mereka sebagai perambah hutan. Namun kini bertransformasi menjadi petani kopi.

"Setelah juara, kopi Cibulao langsung melesat, menjadi terkenal dan begitu populer," ujarnya dikutip dari laman IPB University, Rabu (1/6/2022).

Dikatakan, dulunya petani hanya menjual cherry, sekarang sudah mampu mengelola jadi green bean, roasted bean, hingga bubuk kopi.

Bahkan generasi berikutnya sudah bisa menjadi barista, serta saat ini memiliki dua kafe. Tak hanya itu saja Kopi Cibulao kini menjadi kopi termahal di Bogor.

Baca juga: Buruan Daftar, Masuk IPB Pakai Beasiswa Utusan Daerah

Sementara Prof. Arif Satria dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan satu simbol dari proses panjang yang dilakukan P4W selama ini.

Dalam mengelola alam, tidak sekedar mengelola flora dan fauna. Namun yang terpenting adalah mengelola sumber daya manusia.

"Keberhasilan kita mendampingi, berdialog, bisa bersama masyarakat itulah poin penting yang luar biasa. Kita tidak bisa menyelesaikan masalah alam di Indonesia, tanpa kita mengelola orang-orang di sekitarnya," terang Prof. Arif.

Bakal diberikan beasiswa

Pada kesempatan itu, Rektor IPB University memberikan kabar baik kepada petani Kopi Cibulao.

Ia mengatakan kepada para petani kopi Cibulao, akan memberikan beasiswa kepada anak-anak mereka yang saat ini sedang menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tentu agar dapat melanjutkan pendidikan di IPB University. Ini merupakan bentuk pengabdian IPB University untuk masyarakat, terlebih visi IPB University tahun 2022 adalah Enriched and Empowered Society.

Baca juga: Beasiswa S1 ke Amerika Serikat, Biaya Kuliah Rp 175 Juta Per Semester

"Mulai tahun ini, anak-anak petani kopi Cibulao yang sekarang SMA, yang tertarik melanjutkan pendidikan di IPB University, kita akan berikan beasiswa, gratis dengan jalur khusus," tegas Prof. Arif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com