Kompas.com - 28/01/2022, 15:09 WIB
Ilustrasi tsunami. Shutterstock/Evgen MatveevIlustrasi tsunami.

KOMPAS.com - Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Harkunti Pertiwi Rahayu terpilih menjadi salah satu dari sebelas anggota Scientific Committee for the UN Ocean Decade Tsunami Programme (SC-ODTP) atau Komite Saintifik Program Tsunami Dekade Kelautan PBB.

Ia merupakan dosen dari kelompok keahlian Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Kebijakan, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB.

Harkunti merupakan lulusan sarjana dari ITB dan doktor dari Universitas Kochi, Jepang. Dalam program doktoralnya, ia fokus pada penelitian reduksi dan mitigasi bencana, khususnya tsunami.

Baca juga: 7 Dosen ITB Masuk Top 100 Scientist Indonesia 2022

Dalam komite yang menjadikan dirinya sebagai anggota tersebut, Harkunti bersama rekan-rekannya bertugas untuk mengembangkan rencana penelitian, pengembangan dan rencana implementasi program tsunami decade kelautan dalam jangka waktu 10 tahun.

Selain itu, komite secara umum berperan sebagai penasehat kepada kelompok kerja tsunami dan budaya lain terkait dengan sistem peringatan dan mitigasi permukaan laut.

Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Harkunti Pertiwi Rahayu terpilih menjadi salah satu dari sebelas anggota Scientific Committee for the UN Ocean Decade Tsunami Programme (SC-ODTP) atau Komite Saintifik Program Tsunami Dekade Kelautan PBB.Dok. Kemendikbud Ristek Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Harkunti Pertiwi Rahayu terpilih menjadi salah satu dari sebelas anggota Scientific Committee for the UN Ocean Decade Tsunami Programme (SC-ODTP) atau Komite Saintifik Program Tsunami Dekade Kelautan PBB.

Dalam komite ini pula, dua anggota lain berasal dari Amerika Serikat, kemudian masing-masing satu orang berasal dari Chili, Kosta Rika, Selandia Baru, Jepang, Rusia, Prancis, India, dan Israel.

Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Ismunandar, mengatakan, PBB mencanangkan program Dekade Kelautan untuk Pembangunan Berkelanjutan 2021-2030 guna mendukung upaya mengembalikan kualitas laut.

Baca juga: Jurusan-jurusan Kuliah di ITB yang Terakreditasi Internasional

Program ini mengumpulkan pemangku kepentingan laut di seluruh dunia untuk memastikan ilmu kelautan dapat sepenuhnya mendukung dalam menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pembangunan berkelanjutan di laut.

“Keputusan ini menunjukkan kepercayaan UNESCO kepada Indonesia, sebagai badan PBB yang bertanggung jawab pada program Dekade Kelautan,” kata Ismunandar dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (27/1/2022), seperti dilansir dari laman Kemendikbud Ristek.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.