Kompas.com - 27/01/2022, 16:30 WIB
Mahasiswa pemenang Tanoto Student Research Awards (TSRA) 2021 saat media briefing secara daring melalui Zoom, Selasa (25/1/2022). KOMPAS.com/AlifiaNRMahasiswa pemenang Tanoto Student Research Awards (TSRA) 2021 saat media briefing secara daring melalui Zoom, Selasa (25/1/2022).

KOMPAS.com - Tanoto Foundation, sebagai lembaga filantropi independen di bidang pendidikan peduli dengan upaya peningkatan kapasitas kepemimpinan di kalangan generasi muda dan perguruan tinggi melalui berbagai metode termasuk pendekatan riset.

Salah satu program strategis yang dijalankan Tanoto Foundation dalam mendorong budaya riset di kalangan mahasiswa adalah Tanoto Student Research Award (TSRA) yang rutin diadakan setiap tahun.

TSRA merupakan program dana hibah tahunan untuk penelitian/riset di perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation dan terbuka untuk setiap mahasiswa di perguruan tinggi yang bekerja sama.

TSRA juga merupakan rangkaian dari program Teladan, sebuah program kepemimpinan berjenjang dan terstruktur, memfasilitasi penerima manfaat yang ada di ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia agar bisa bersinergi dan berkolaborasi guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

Baca juga: Keren, 120 Mahasiswa Indonesia Ikut Kontes Mobil Hemat Energi 2021

Ragam inovasi riset para mahasiswa

Pada tahun 2021, telah terpilih sebanyak 54 proposal penelitian dalam lima kategori yang didanai melalui program TSRA.

Proposal yang didanai di semua perguruan tinggi mitra tersebut dikumpulkan untuk dikompetisikan di tingkat nasional. Tuan rumah TSRA tingkat Nasional di tahun 2021 kembali kepada IPB University, setelah menjadi tuan rumah tahun 2020 lalu.

Setelah melalui proses penilaian, ditentukan pemenang untuk masing-masing kategori. Kelima kategori tersebut adalah Science Research, Appropriate Technology, Social Research, Business and Entrepreneurship, serta Social Empowerment.

Kategori Science Research dimenangkan oleh kelompok dari Universitas Indonesia (UI) dengan penelitian “Studi Pendahuluan Mekanisme Sensor Teofilin dari Theobroma Cacao sebagai Detektor SARS-Vov-2 secara in Silico”.

Baca juga: Mahasiswa Bersiap, IISMA 2022 Kemendikbud Bakal Gandeng Kampus Top Dunia

Dilansir dari Kompas.com, dalam acara media briefing usai penganugerahan penghargaan TSRA 2021 secara daring melalui Zoom, Selasa (25/1/2022), Hanif selaku ketua tim mengatakan, timnya menggunakan metode elektrokimia untuk membuat alat pendeteksi Covid-19.

“Sensor elektrokimia ini sangat cepat dan mudah. Hanya (membutuhkan waktu) 10 menit, akan terlihat hasilnya,” kata Hanif.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.