Kompas.com - 27/01/2022, 11:30 WIB
Tim SAR gabungan menyusuri jalur material guguran awan panas Gunung Semeru saat operasi pencarian korban di Dusun Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/12/2021). Dok. KOMPAS.com/ Garry Andrew LotulungTim SAR gabungan menyusuri jalur material guguran awan panas Gunung Semeru saat operasi pencarian korban di Dusun Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/12/2021).

KOMPAS.com - Indonesia sangat rentan terhadap bencana letusan gunung api sehingga diperlukan pengembangan asuransi risiko gunung api.

Namun, perkembangan produk dan penelitian asuransi bencana letusan gunung api di Indonesia masih sangat minim. 

Padahal, sudah beberapa kali ini Indonesia terkena bencana gunung meletus. Misalnya, baru-baru ini kejadian erupsi Gunung Semeru. 

Berdasarkan data Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru per 21 Desember 2021, pukul 18.00 WIB mencatat korban meninggal bertambah 1 jiwa sehingga total meninggal dunia akibat erupsi menjadi 51 jiwa.

Ini belum ditambah total kerugian rumah warga, lahan pertanian, tempat umum, fasilitas publik yang ikut terdampak bencana Gunung Semeru. 

Baca juga: Indofood CBP Buka Lowongan Kerja Lulusan SMA/SMK, D3 dan S1

“Perkembangan asuransi bencana letusan gunung api selama ini masih langka. Bahkan di dunia pun masih belum banyak juga,” ujar Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Sukono dilansir dari laman Unpad.

Prof. Sukono menjelaskan, asuransi bencana gunung api dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pasca bencana. 

Asuransi ini dapat memberikan jaminan atas risiko kerugian berupa rusaknya tanaman pertanian, matinya hewan ternak, rusaknya pemukiman warga, dan rusaknya infrastruktur yang disebabkan oleh letusan gunung api.

Menurut Prof. Sukono, minimnya pengembangan produk asuransi bencana gunung api menjadi tantangan tersendiri.

Terutama bagi pemerintah dan perusahaan asuransi. Sukono memperkirakan, besarnya kerugian dari bencana erupsi membuat perusahaan asuransi tidak cukup berani menanggung risiko tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.