Kompas.com - 22/01/2022, 13:26 WIB
Sentra vaksinasi yang diselenggarakan BCA di Jakarta Timur, Kamis (20/1/2022). Sentra vaksinasi BCA untuk mendukung program vaksin booster dan vaksin anak 17-22 Januari 2022. BCASentra vaksinasi yang diselenggarakan BCA di Jakarta Timur, Kamis (20/1/2022). Sentra vaksinasi BCA untuk mendukung program vaksin booster dan vaksin anak 17-22 Januari 2022.

KOMPAS.com - Untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di Indonesia, program vaksinasi Covid-19 terus dilakukan.

Mulai dari orang dewasa hingga saat ini kalangan pelajar telah mendapatkan vaksin Covid-19. Pemberian vaksin Covid-19 pada anak usia sekolah ini dinilai penting agar anak bisa aman dalam mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, meski program vaksinasi Covid-19 pada pelajar sudah diberikan secara bertahap namun masih ada orangtua yang ragu-ragu atau galau.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya informasi yang diterima para orangtua hingga adanya simpang siur atau berita hoaks terkait vaksinasi Covid-19.

Baca juga: ITB Pantau Risiko Penularan Covid-19 di Kampus Melalui Aplikasi Ini

Vaksinasi sangat penting hadapi Covid-19

Dia menekankan, salah satu temuan medis yang sangat cemerlang hingga saat ini adalah vaksinasi. Keberadaan vaksin ini sangat efektif membentuk sistem kekebalan tubuh.

Termasuk dalam menghadapi Covid-19 juga sangat penting mendapatkan vaksin untuk menciptakan sistem kekebalan tubuh.

"Misalnya sebelum ditemukan vaksin Polio, banyak anak-anak yang menderita Polio. Tapi setelah ditemukan vaksinnya, grafik bisa turun drastis bahkan sampai 0 kasus. Saat ini Indonesia sudah bebas polio," beber Piprim dalam webinar 'IDAI Menjawab Kegalauan Masyarakat tentang Vaksin Covid-19 pada Anak' yang diadakan secara virtual melalui Zoom, Sabtu (22/1/2022).

Baca juga: Dua Dosen IPB Masuk dalam Top 100 Ilmuwan Indonesia

Rekomendasi IDAI terkait PTM terbatas tidak berubah

Piprim menambahkan, terkait kasus Omicrom yang makin banyak dan kebijakan pelaksanaan PTM terbatas, rekomendasi dari IDAI masih sama dengan yang terdahulu.

Salah satu syarat penting pelajar yang ikut PTM terbatas adalah sudah mendapatkan 2 dosis lengkap dan diperbolehkan masuk sekolah setelah 2 minggu atau setelah antibodi terbentuk optimal.

Piprim menegaskan, namun vaksin Covid-19 bukan satu-satunya cara mencegah penularan virus corona, para pelajar tatap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes)

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.