Kompas.com - 07/12/2021, 17:30 WIB
Ilustrasi bengkel kaki-kaki mobil alternatif KompasOtomotifIlustrasi bengkel kaki-kaki mobil alternatif

KOMPAS.com - Penerapan pembelajaran daring dan terbatasnya akses untuk praktikum selama pandemi Covid-19 ternyata dinilai berimbas pada kompetensi lulusan SMK di bidang otomotif.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN), Hermas E Prabowo. Ia mengatakan model pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring di masa pandemi Covid-19 menurunkan kualitas, kompetensi dan daya juang tenaga terampil lulusan SMK bidang otomotif.

"Kondisi ini tercipta akibat kurangnya pelajaran praktik dan rendahnya pemahaman terkait sistem kerja mesin otomotif, baik mobil maupun sepeda motor," paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Lulusan SMA-SMK, BCA Buka Kuliah Gratis Teknik Informatika 2022

Menurutnya, perlu ada solusi konkret dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mengatasi kondisi tersebut. Bila tidak, dikhawatirkan lulusan SMK bidang otomotif khususnya 2021 dan nanti 2022 akan banyak menganggur karena dunia kerja enggan menyerapnya.
Berdasarkan informasi dari bengkel anggota Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN) dari berbagai daerah di Indonesia, secara kompetensi lulusan SMK bidang otomotif sebelum pandemi Covid-19 umumnya lebih baik dibanding era pandemi. Begitu juga dengan daya juangnya.

Bila hanya soal kompetensi, terang Hermas, masih bisa diberi training khusus oleh masing-masing bengkel, sambil mereka bekerja.

"Persoalannya daya juangnya juga kurang dan mudah menyerah. Bisa jadi karena jarang praktik, jarang ketemu masalah teknik di lapangan yang berat, rumit dan butuh ketekunan, juga lebih banyak berinteraksi dengan gadget," imbuh dia.

Ia mencontohkan, bila sebelumnya bengkel hanya mengajari dua hingga tiga bulan, lalu lulusan bisa dilepas bekerja sendiri, sekarang kondisinya berbeda.

"Terkadang harus mengajari layaknya anak non-sekolah kejuruan yang belum punya dasar-dasar teknik," terangnya.

Baca juga: Indofood CBP Buka Lowongan Kerja Lulusan SMA/SMK, D3 dan S1

Bahkan dalam beberapa kasus kurang terampilnya mendasar. Misalnya masih ada yang kesulitan membedakan jenis dan ukuran kunci, kekencangan baut, rendahnya tingkat ketelitian dan kurangnya pemahaman teknik.

"Cara pegang kunci dan peralatan mekanik saja kurang luwes. Belum lagi hasrat untuk maju juga lemah, sehingga daya juang kurang," imbuhnya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.