Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/11/2021, 15:38 WIB

KOMPAS.com - WhatsApp bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah menggelar rangkaian program WhatsApp Entrepreneurship Education, sebuah proyek unik dan kolaboratif yang didesain untuk menginspirasi dan melahirkan generasi wirausaha muda baru.

Hingga akhir tahun pelajaran 2021, program ini menargetkan untuk mencapai lebih dari 20.000 siswa.

Program WhatsApp Entrepreneurship Education adalah bagian dari upaya berkelanjutan WhatsApp untuk mendukung pemerintah meningkatkan jumlah wirausaha muda di Indonesia. Hal ini sangatlah penting untuk semakin mendorong pertumbuhan Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Program Kampus Mengajar 3 Dibuka, Dapat Uang Saku hingga Bantuan UKT

Selama program ini, 23 Master Teacher di delapan kota melewati rangkaian program pelatihan untuk kemudian melatih 240 guru dalam menyampaikan kemampuan wirausaha dasar dan WhatsApp Business melalui grup WhatsApp.

Para guru telah mendidik lebih dari 15.700 siswa dari 144 sekolah di 15 kota/kabupaten Indonesia sejak bulan Agustus.

Selain membangun semangat dan aspirasi kewirausahaan di kalangan calon pengusaha muda, penyampaian modul melalui platform digital juga membantu para guru untuk meningkatkan kompetensi digital mereka.

Modul-modul berbasis video di program ini dilengkapi dengan lembar kerja untuk siswa dan disampaikan melalui metode pembelajaran campuran.

Seri modul kewirausahaan terdiri dari enam topik mengenai kemampuan berbisnis mengajak peserta menggali motivasi dan pemahaman kewirausahaan, serta menantang mereka untuk mengetahui, mengembangkan, dan mendekati target pasar mereka.

Baca juga: Beasiswa S1 National University of Singapore, Tunjangan Rp 62 Juta Per Tahun

Sementara, seri modul WhatsApp Business yang terdiri dari empat topik mencakup layanan, keunggulan, praktik-praktik terbaik, dan tips keamanan di platform WhatsApp Business.

Direktur SMK Kemendikbud Ristek, Wardani Sugiyanto mengatakan pada kondisi bonus demografi penting bagi Indonesia untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan potensi dan mempersiapkan mereka ke masa depan yang serba digital.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+