Kompas.com - 21/11/2021, 18:00 WIB
Rust Dye Wear memanfaatkan limbah besi sebagai pewarna kain alami untuk produk fesyen berupa kemeja dan tas. DOK. PRIBADIRust Dye Wear memanfaatkan limbah besi sebagai pewarna kain alami untuk produk fesyen berupa kemeja dan tas.

Penulis: Ketut Trisandy, Staff Research and Development Fiksioner Indonesia

KOMPAS.com - Siapa menyangka limbah besi dapat dijadikan produk fesyen bermutu unggul dan menjadi produk bisnis yang ramah lingkungan?

Inilah yang sedang dikembangkan Ahmad Dzaky Harliansyah dan Diva Marshanda Sofiana Surya, keduanya merupakan siswa di MAN 2 Kudus.

Dengan mengusung produk bertajuk Rust Dye Wear, siswa kelas 12 tersebut memanfaatkan limbah besi sebagai pewarna kain alami untuk produk fesyen berupa kemeja dan tas.

“Awalnya kami melihat penumpukan limbah logam di Kota Semarang yang semakin meningkat, dan penurunan pendapatan dari para pengepul besi. Berangkat dari sana, kami berpikir untuk membuat suatu produk yang dapat memecahkan permasalahan tersebut sehingga lahirlah Rust Dye Wear” ujar Dzaky ketika dihubungi melalui telepon.

Menurut penuturan Dzaky, proses pembuatan produk fesyen ini terbilang tidak mudah.

Mereka membutuhkan waktu selama 2 minggu untuk mencoba berbagai metode, posisi peletakan dan jenis besi yang digunakan untuk menghasilkan kain ecoprint dengan kualitas baik.

Baca juga: Penutupan FIKSI 2021, Nadiem Makarim: Masa Transisi Harus Diisi Keyakinan dan Optimisme

Mulanya, mereka belajar membuat kain ecoprint dari orangtua Dzaky yang merupakan salah satu pelaku usaha yang membuat kain dengan bahan dasar pewarna alami.

Rust Dye Wear memanfaatkan limbah besi sebagai pewarna kain alami untuk produk fesyen berupa kemeja dan tas.DOK. PRIBADI Rust Dye Wear memanfaatkan limbah besi sebagai pewarna kain alami untuk produk fesyen berupa kemeja dan tas.

 

Dengan menggunakan air garam sebagai mordant, kain yang awalnya polos direndam selama 15 menit kemudian diletakkan limbah besi di atasnya sesuai dengan kreativitas.

Setelah melewati hampir 4 hari masa penjemuran, kain bermotif limbah besi tersebut dicuci dan dikeringkan hingga selanjutnya diproses menjadi produk fesyen berupa kemeja dan tas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.