Kompas.com - 16/10/2021, 14:42 WIB
Pengumuman pemenang kompetisi debat siswa nasional, Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National Debating Championship (NSDC) 2021 pada Sabtu, 16 Oktober 2021. DOK PUSPRESNASPengumuman pemenang kompetisi debat siswa nasional, Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National Debating Championship (NSDC) 2021 pada Sabtu, 16 Oktober 2021.

KOMPAS.com - Gelaran kompetisi debat siswa nasional, Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National Debating Championship (NSDC) 2021, telah resmi ditutup pada Sabtu, 16 Oktober 2021.

Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Asep Sukmayadi menjelaskan, LDBI dan NSDC merupakan lomba debat siswa yang mempunyai bakat dan minat dalam debat.

Kompetisi ini, jelas Asep, merupakan ajang unjuk kemampuan dan kreativitas berdebat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan tentang isu-isu global masa kini dengan dukungan kemampuan berpikir kritis.

LDBI sudah dilaksanakan secara daring pada 3-9 Oktober 2021, sedangkan NSDC diselenggarakan pada 11-17 Oktober 2021. Pada tahun ini, ungkap Kepala Puspresnas, LDBI dan NSDC mengangkat tema "Speak of Your Mind, Speak for Indonesia".

Jumlah peserta yang mengikuti seleksi tingkat Provinsi sejumlah 3.207 siswa untuk LDBI dan 2.150 siswa untuk NSDC yang mewakili 34 Propinsi dan 7 wilayah Sekolah Indonesia Luar Negeri.

Dari seleksi tingkat provinsi tersebut terpilih 105 siswa untuk LDBI tingkat nasional dan 105 siswa untuk NSDC tingkat nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tahun ini terdapat beberapa sekolah yang berasal dari Sekolah Indonesia Luar Negeri yang juga mengikuti LDBI dan NSDC yakni Singapura, Kinabalu dan Kuala Lumpur (Malaysia), Bangkok (Thailand), serta Kairo, Riyadh, Jeddah (Arab Saudi).

Baca juga: LDBI dan NSDC 2021, Debat Sudah Menjadi Praktik Positif Pembelajar di Sekolah

Debat melatih kemampuan berpikir kritis

 

Abdul Khak, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, dalam penutupan acara menyambut baik kegiatan kompetisi ini sebagai bagian membangun kemampuan berpikir kritis. "Lomba debat ini menjadi bagian menjadikan adik-adik menjadi manusia yang mampu berpikir kritis," ungkapnya.

"Berpikir kritis juga membangun pernyataan-pertanyaan yang ilmiah berdasarkan data dan fakta, menghindari hal-hal yang spekulatif dan asumsi-asumsi," jelasnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Aminudin Aziz memberikan apresiasi kepada Puspresnas Kemendikbud Ristek yang mampu melahirkan terobosan untuk tetap bisa melakukan pembinaan di tengah masa pandemi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.