Kompas.com - 15/10/2021, 10:01 WIB
Bincang virtual (12/10/2021) yang digelar sebagai bagian dari kompetisi LDBI dan NSDC 2021. LDBI dilaksanakan tanggal 3-9 Oktober 2021 diikuti 3.207 siswa, sedangkan NSDC dilakukan secara pararel tanggal 11-17 Oktober 2021 diikuti 2.150 siswa dari 34 provinsi dan 7 SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri). DOK. PUSPRESNASBincang virtual (12/10/2021) yang digelar sebagai bagian dari kompetisi LDBI dan NSDC 2021. LDBI dilaksanakan tanggal 3-9 Oktober 2021 diikuti 3.207 siswa, sedangkan NSDC dilakukan secara pararel tanggal 11-17 Oktober 2021 diikuti 2.150 siswa dari 34 provinsi dan 7 SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri).

KOMPAS.com - Kemampuan debat tidak hanya mengasah seseorang untuk mampu berbicara secara fasih di depan publik. Melalui debat, ada banyak hal positif yang dapat ditanamkan, mulai dari kemampuan berpikir kritis, berempati, mentalitas kerja keras, hingga menjadi solusi atas permasalahan yang ada.

Inilah yang kemudian mendorong Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud Ristek kembali menggelar Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National Schools Debating Championship (NSDC).

Dua ajang talenta ini merupakan ajang katalis yang sangat penting untuk melatih dan memberikan pengalaman para siswa berbakat dalam mengaktualisasikan prestasinya di bidang debat.

Ketua Penanggungjawab Program LDBI dan NSDC 2021, Fonda Ambitasari menyampaikan, tujuan digelar kompetisi debat siswa nasional ini tidak semata lomba namun juga bertujuan mengembangkan kompetensi berpikir kritis siswa dan menjadi problem solver di tengah masyarakat.

"Dari tahun ke tahun, antusiasme siswa sangat luar biasa," ungkap Fonda dalam bincang virtual (12/10/2021) yang digelar sebagai bagian dari kompetisi LDBI dan NSDC 2021. 

LDBI yang dilaksanakan tanggal 3-9 Oktober 2021 diikuti 3.207 siswa, sedangkan NSDC dilakukan secara pararel tanggal 11-17 Oktober 2021 diikuti 2.150 siswa dari 34 provinsi dan 7 SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Lomba Debat Nasional Resmi Dibuka, Ajak Siswa Berani Bicara Positif untuk Indonesia

Kemampuan debat merata

Rahmat Nurchayo dari Universitas Negeri Yogyakarta, Koordinator Juri NSDC 2021 menjelaskan debat merupakan bagian dari esensi dari pendidikan dan sudah ada dalam aspek kehidupan.

"Mereka yang mampu memberikan penjelasan paling logis, mereka akan disebut sebagai pemenang dalam lomba," jelas Rahmat.

Ia menjelaskan tahun ini ada tiga hal yang menjadi indikator penilaian juri, meliputi; segi konten (dukungan informasi, fakta dan data), gaya penyampaian (gestur, kontak mata), serta delivery (teknik atau strategi penyampaian konten).

Rahmat menilai, kualitas peserta dalam dua tahun terakhir menjadi sangat merata sehingga tidak didominasi kota atau provinsi tertentu. "Dalam konteks ini perkembangannya menjadi positif, tahun ini saja lomba debat tingkat mahasiswa nasional didominasi universitas di luar Jawa," ungkapnya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.