Kompas.com - 27/09/2021, 19:00 WIB
Ilustrasi buah durian. Ilmuwan di Singapura mengubah limbah kulit durian menjadi perban antibakteri. SHUTTERSTOCK/TorjrtrxIlustrasi buah durian. Ilmuwan di Singapura mengubah limbah kulit durian menjadi perban antibakteri.

KOMPAS.com - Masalah kulit di wajah, yang paling sering dikeluhkan remaja, orang dewasa, apalagi kalau bukan jerawat.

Masalah kulit yang satu ini, suka membuat penderitanya tidak percaya diri karena mengganggu penampilan. Kadang, jerawat atau acne tidak selalu muncul di wajah.

Bisa di kepala, punggung, leher, bagian atas dada, dan bagian tubuh lainnya. Jerawat terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati.

Hal tersebut menyebabkan peradangan serta penyumbatan pada pori-pori kulit yang ditandai dengan munculnya benjolan kecil yang terkadang berisi nanah di atas kulit.

Baca juga: 8 Kampus Terbaik Indonesia 2022 yang Lulusannya Cepat Dapat Kerja

Sebenarnya, banyak obat-obatan yang dibuat bisa mengatasi jerawat. Namun, ada banyak obat-obatan yang dijual bebas tidak mengandung bahan alami dan justru dibuat dari bahan berbahaya.

Daripada menggunakan bahan berbahaya, sebetulnya alam sendiri sudah memiliki banyak tanaman yang dipercaya bisa mengatasi berbagai penyakit termasuk jerawat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti yang dilakukan lima mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) membuat krim anti jerawat dari bahan dasar alami yang unik. Mereka, membuat krim yang dikombinasikan dengan bahan dasar limbah kulit buah durian.

Krim anti jerawat berbahan dasar limbah kulit buah durian dinilai lebih efektif dengan daya hambat sebesar 18,1 mm dibandingkan produk di pasaran yang mengandung tree tea oil dengan daya hambat sebesar 15,8 mm.

"Selain didukung dengan kemampuan daya hambat yang tinggi, kulit buah durian memiliki senyawa antibakteri seperti flavonoid, saponin, tannin, terpenoid, dan alkaloid,” kata Nur Khasanah, dilansir dari laman UB.

Baca juga: Peneliti IPB Temukan Obat Herbal Penurun Asam Urat

Nur mengerjakan penelitian ini bersama kawannya yakni Putri Ayu M, Annindea Erza N, Dzurrotin Qurrota A, dan Dita Rahmaningtyas dibawah bimbingan Zubaidah Ningsih AS.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.