Kompas.com - 10/06/2021, 19:31 WIB
Dosen Fakultas Seni Rupa Desain ITB yang juga seniman dan budayawan, Tisna Sanjaya mengajak masyarakat dan para penggiat seni tetap produktif di tengah pandemi.

Seniman sekaligus budayawan DOK. PRIBADIDosen Fakultas Seni Rupa Desain ITB yang juga seniman dan budayawan, Tisna Sanjaya mengajak masyarakat dan para penggiat seni tetap produktif di tengah pandemi. Seniman sekaligus budayawan

KOMPAS.com - Dosen Fakultas Seni Rupa Desain Institut Teknologi Bandung (ITB), Tisna Sanjaya mengajak masyarakat dan para penggiat seni tetap produktif di tengah pandemi.

Seniman sekaligus budayawan ini menilai hal ini penting dilakukan karena seni dan budaya merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang tidak boleh berlama-lama terpuruk terdampak Covid-19.

"Kita tahu ini kondisi ini tidak mudah. Keadaan yang tidak gampang bagi para pekerja seni, namun semangat harus tetap dirawat jangan sampai patah arang," ujar Tisna dikutip dari rilis resminya di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Untuk memotivasi hal itu, Tisna yang juga pemeran "Si Kabayan Nyintreuk" ini bakal menggelar kegiatan melukis bersama-sama bagi warga Bandung dan sekitarnya setelah salat Jumat.

Kegiatan yang dilakukan pada Jumat-Sabtu, 11-12 Juni tersebut mengambil lokasi di Imah Budaya (Ibu) Cigondewah, Jalan Batu Rengat, RT.04/RW.01, Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung dan halaman masjid sekitarnya.

“Kanvas akan disediakan, jadi setelah selesai salat Jumat masyarakat bisa mengambil kuas dan melukis di kanvas yang disediakan,” kata Tisna. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kemendikbud Ristek Gelar Vaksinasi Dosis Kedua bagi Seniman-Budayawan

Tisna menjelaskan, medium melukis memakai bahan sintetik dengan campuran, juga dua jenis cat yaitu cat biasa dan karbon.

Warga yang tertarik mengikuti kegiatan ini juga diwajibkan menerapkan prokes seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2020 dari Kemendikbud pada kategori Pencipta, Pelopor, dan Pembaharu ini menambahkan, para peserta terlebih dahulu akan melihat dirinya melukis.

Setelah itu, diberikan kesempatan untuk mengambil kuas dan mulai menorehkan goresan cat di atas kanvas. “Karya-karya yang telah dibuat dalam kegiatan ini akan dipajang di rumah warga,” ujar Tisna.

Gerakan melukis bersama ini dibangun Tisna guna membangun kecintaan masyarakat atas dunia seni yang harus dipupuk semenjak dini. Di sisi lain, karya-karya itu untuk memupuk semangat optimisme masyarakat di masa pandemi ini.

"Kita harus tetap tangguh dan pantang menyerah menghadapi situasi ini," ujarnya lagi.

Tisna Sanjaya lahir di Bandung, Jawa Barat pada 28 Januari 1958. Bakat seninya Tisna terlihat sejak usia muda. Namanya dikenal luas melalui karya-karyanya berupa lukisan yang dipajang puluhan kali di pameran baik di dalam negeri maupun luar negeri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X