Kompas.com - 01/06/2021, 10:22 WIB
Seremoni pengesahan kerja sama nota kesepahaman (MoU) antara Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dan Kepala Perpustakaan Nasional Iran Ashraf Boroujerdi secara virtual pada Senin (31/5/2021). DOK. PERPUSNASSeremoni pengesahan kerja sama nota kesepahaman (MoU) antara Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dan Kepala Perpustakaan Nasional Iran Ashraf Boroujerdi secara virtual pada Senin (31/5/2021).

KOMPAS.com - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menjalin kerja sama dengan Perpustakaan dan Arsip Nasional Republik Islam Iran. MoU direncanakan berlaku tiga tahun sebagai kelanjutan kerja sama pada 2015.

Perpustakaan Nasional kedua negara sepakat menjalin kerja sama dalam lima ruang lingkup yakni;

  1. Pertukaran informasi dan pengalaman dalam bidang perpustakaan dan informasi;
  2. Pertukaran dan kunjungan para ahli;
  3. Layanan dan sumber daya perpustakaan seperti bertukar daftar bahan perpustakaan dan bahan perpustakaan;
  4. Pelatihan, lokakarya, pameran, seminar dan konferensi antarperpustakaan; dan
  5. Kolaborasi dalam penelitian.

Seremoni pengesahan kerja sama dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dengan Kepala Perpustakaan dan Arsip Nasional Republik Islam Iran (Perpustakaan Nasional Iran) Ashraf Boroujerdi secara virtual pada Senin (31/5/2021).

Perkuat diplomatik

Melalui rilis resmi (1/6/2021), Syarif Bando menjelaskan kerja sama dilakukan untuk memperkuat layanan perpustakaan. Saat ini, tercatat ada 63 judul buku tercetak mengenai Iran yang tersedia di Layanan Koleksi Mancanegara Perpusnas.

“Penandatanganan MoU antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan Nasional Iran hari ini untuk memastikan fungsi masing-masing lembaga dapat berkontribusi secara signifikan melalui layanan informasi yang kita miliki," ungkap Syarif Bando.

Ia berharap lewat kerja sama penguatan perpustakaan nasional masing-masing negara dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan nasional, perkembangan sosial budaya masyarakat, termasuk edukasi dan pengembangan iptek, agama, dan kebudayaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran sudah berlangsung selama 70 tahun terakhir. Selama tujuh dekade, kerja sama di berbagai bidang dibangun menggunakan kemampuan satu sama lain untuk mencapai kepentingan bersama.

Pada kesempatan tersebut, Syarif Bando juga mengundang Perpustakaan Nasional Iran untuk menyelenggarakan pameran di Perpusnas.

“Karena itu pada kesempatan yang baik ini kami mengundang Perpustakaan Nasional Iran untuk melakukan pameran di Perpustakaan Nasional. Sebagaimana kebijakan kami setiap bulan mengundang negara-negara sahabat yang secara resmi ada hubungan diplomatik untuk melakukan pameran bersama di Perpustakaan Nasional,” ujarnya.

Baca juga: Misbah Fikrianto: Perlu Dukungan Semua Pihak untuk Memajukan Literasi

Studi Iran dan Islam

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Iran Ashraf Boroujerdi menjelaskan penandatanganan MoU merupakan momentum penting perluasan hubungan budaya antara Iran dan Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X