Semangat Ramadhan, Emaridial Ulza: Generasi Milenial Jadi Pilar Utama Filantropi

Kompas.com - 12/05/2021, 08:49 WIB
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (FEB Uhamka) Emaridial Ulza. DOK. UHAMKADosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (FEB Uhamka) Emaridial Ulza.

KOMPAS.com - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (FEB Uhamka) Emaridial Ulza menegaskan pentingnya membangun spirit filantropi bagi generasi milenial pasca-Ramadan.

Ia mengingatkan semangat ini harus terus dilaksanakan bukan hanya di bulan Ramadan saja melainkan spirit filantropi harus ada di bulan selanjutnya.

"Karena pada dasarnya, filantropi merupakan betuk kecintaan terhadap manusia diwujudkan dengan bentuk kegiatan santunan, bantuan hukum, advokasi, pemberdayaa ekonomi dan lain sebagainya," ujar Ulza yang juga aktivis kampus dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam "Dialog Interaktif Ramadhan" digelar Radio Elshinta (11/5/2021) Ulza menyampaikan filantropi yang merupakan gerakan baru bagi kaum milenial saat ini, pada dasarnya hadir dari dasar pemikiran Baitul Maal pada masa Rasulullah yang telah diperbaharui dengan konsep baru kekinian.

"Dengan hadirnya filantropi, masyarakat akan sangat terbantu karena gerakan filantropi dapat menghasilkan berupa ide, gagasan, bahkan bantuan yang nilainya bisa mencapai triliunan untuk disalurkan,” jelasnya.

Baca juga: 5 Kegiatan Positif bagi Siswa agar Ramadhan Produktif

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Gerakan filantropi yang ngetrend saat ini didorong dengan kekuatan anak muda. Bukan sekedar modal tapi ada ide yang out of the box yang melintasi zaman,” tambahnya

Melalui gerakan filantropi, ujar Ulza, generasi milenial meski tidak bisa memberi bantuan secara langsung kepada masyarakat, mereka dapat memberikan ide yang luar biasa sehingga dapat menghasilkan bantuan kepada masyarakat dengan jumlah yang tidak sedikit.

"Bagi kaum milenial tidaklah sulit untuk bergabung di filantropi, dengan bergabungnya di filantropi akan memberikan dampak positif beribu pengalaman bahkan penghargaan yang begitu besar dari masyarakat bukan hanya sekedar ucapan terima kasih," ujarnya. 

"Kaum milenial yang ingin bergabung cukup dengan melupakan sejenak keasikan bermain game, kekasih, serta yakinkan bahwa dirimu sangat diharapkan kehadirannya di masyarakat," ajaknya.

Lebih jauh Ulza menyampaikan pihaknya telah memiliki lembaga filantropi, LKSFI (Labolatorium Kewirausahaan Sosial) dan Filantropi Islamyang hadir untuk memberikan kebermafaatan bukan hanya bagi mahasiswa di lingkungan Uhamka namun juga membantu masyarakat sekitar Uhamka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X