Kompas.com - 09/05/2021, 10:25 WIB

KOMPAS.com - Ada-ada saja kelakuan masyarakat yang suka melanggar etika badan hukum.

Saat ini, kebanyakan pelanggar malah tidak dihukum ketika melanggar melainkan diangkat menjadi duta pada bidang yang dilanggar, alih-alih diberi sanksi hukuman. Malahan fenomena ini menjadi hal biasa di masyarakat.

Kasus terbaru adalah Putu Arimbawa yang mengumpat para pemakai masker di salah satu Mall Surabaya namun kemudian didaulat menjadi duta protokol kesehatan.

Serupa, kota Bekasi juga baru saja mengangkat duta masker bernama Nawir, yaitu orang yang sebelumnya mengusir salah satu jamaah di masjid dengan alasan bermasker.

Menanggapi hal itu, salah seorang dosen Administrasi Publik Universitas Airlangga (Unair) Falih Suaedi menyatakan bahwa citra seorang duta yang dijadikan sebagai role model atau panutan di Indonesia harus dilakukan re-orientasi.

Baca juga: Pakar Unair: Asal-usul Tradisi Mudik di Indonesia

Menurutnya, duta adalah pemain sesungguhnya yang secara realita memiliki sesuatu untuk bisa menyentuh orang lain bukan dengan cara pencitraan seperti di sinetron.

Oleh karena itu, dia menyebutkan harus ada beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan sebelum seseorang diangkat menjadi duta.

Kriteria pertama, ialah sosok duta harus memiliki pertumbuhan pribadi yang konsisten.

Kedua, calon duta juga harus memiliki perhatian atau kepedulian tinggi terhadap bidang yang dia emban.

Tidak hanya itu, seorang duta juga harus mampu memberikan nilai tambah terkait bidang yang dikampanyekan dan mampu mengimplementasikan value bidang tersebut secara konsisten dalam kehidupan.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.