Beasiswa Kolaborasi Dikti, LPDP dan StuNed Resmi Dibuka, Ini Link Pendaftarannya

Kompas.com - 09/05/2021, 09:13 WIB
Ilustrasi beasiswa StuNed DOK. STUNEDIlustrasi beasiswa StuNed

KOMPAS.com - Beasiswa studi ke luar negeri kolaborasi Ditjen Pendidikan Tinggi, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Nuffic Neso Indonesia (Netherlands Education Support Office) secara resmi telah dibuka 8 Mei 2021.

Beasiswa DIkti-LPDP-StuNed adalah beasiswa penuh yang didanai pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Kerajaan Belanda melalui kerja sama pendanaan (co-funding) dan pengelolaan program.

LPDP sendiri merupakan adalah program beasiswa yang diluncurkan pada tahun 2013 dengan tujuan untuk menghasilkan SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing ini telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 27.000 warga negara Indonesia.

Sedangkan StuNed – Studeren in Nederland yang berdiri sejak tahun 2000 adalah beasiswa unggulan dari pemerintah Belanda dan telah memberikan beasiswa kepada 4.600 lebih warga negara Indonesia untuk menempuh pendidikan S2 dan juga kursus singkat di berbagai perguruan tinggi di Belanda.

Program Beasiswa kerja sama ini diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang berkeinginan untuk melanjutkan studi S2 di bidang studi terkait Pengelolaan dan Teknologi Air; Kewirausahaan Berkelanjutan, Maritim dan Ekonomi Sirkular di delapan perguruan tinggi unggulan di Belanda.

Baca juga: Masih Dibuka Beasiswa Keagamaan Telkom University, Yuk Buruan Daftar

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memberi dampak luas

Melalui rilis resmi (8/5/2021) dijelaskan beasiswa ini lahir dari persamaan pandangan bahwa sebuah program beasiswa unggulan harus memiliki dampak dan kebermanfaatan bukan saja bagi penerima beasiswa namun juga bagi organisasi tempat ia berkarya, lingkungan sosial dan juga negara dan bangsa.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Ditjen Dikti, LPDP, dan Nuffic Neso Indonesia telah dilakukan tanggal 19 April 2021 secara daring dan dihadiri pimpinan masing-masing lembaga dan juga 200 perwakilan perguruan tinggi se-Indonesia.

Dirjen Dirjen Dikti Prof. Nizam menjelaskan program ini sebagai sebuah program strategis yang dapat mengakselerasi tingkat pendidikan pascasarjana dalam rangka mewujudkan SDM unggul Indonesia sesuai agenda prioritas pembangunan nasional.

Hal senada disampaikan Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto yang mengatakan keunggulan dari program kerja sama ini adalah berfokus pada bidang-bidang prioritas pembangunan Indonesia dan keunggulan keilmuan yang dimiliki oleh perguruan tinggi di Belanda.

Dua hal ini diyakini sebagai kunci bagi terciptanya dampak yang lebih bernilai bagi kedua pihak.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X