Kompas.com - 27/04/2021, 15:10 WIB
Pelaksanaan  UTBK SBMPTN di Universitas Jember  menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada Senin (11/4/2021) Kompas.com/Dokumentasi Humas UnejPelaksanaan UTBK SBMPTN di Universitas Jember menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada Senin (11/4/2021)
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Ujian Tertulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK) gelombang II sudah dimulai 26 April hingga 2 Mei 2021 mendatang.

Karena diadakan dalam kondisi pandemi Covid-19, sejumlah Pusat UTBK mewajibkan peserta untuk membawa hasil keterangan negatif atau non reaktif Covid-19.

Sejumlah Pusat UTBK pun menegaskan tidak ada ujian susulan bagi peserta yang tidak membawa hasil keterangan tes Covid-19.

Wakil Rektor Bidang Akademik yang sekaligus pengarah kegiatan UTBK-SBMPTN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Margana menerangkan, pihaknya telah melakukan evaluasi pada pelaksanaan UTBK-SBMPTN gelombang I.

Baca juga: Pakar IPB: Ini Bahaya Makan Telur Setengah Matang

Menurut Margana, evaluasi ini kemudian digunakan untuk perbaikan pada pelaksanaan UTBK gelombang II agar lebih baik lagi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebagai contoh para calon peserta kita lakukan WA Broadcast persyaratan rapid test antigen. Sehingga mereka mempersiapkan segala sesuatunya satu hari, atau dua hari sebelumnya dengan harapan tidak ada peserta yang dirugikan,” terang Margana seperti dikutip dari laman uny.ac.id, Selasa (27/4/2021).

UNY lakukan evaluasi pada UTBK gelombang II

Margana mengungkapkan, untuk hasil evaluasi pada gelombang 1, terkait lokasi, sarana prasarana dan sebagainya yang dinilai kurang maksimal, dioptimalkan lagi pada gelombang II.

Selain itu pada pelaksanaan UTBK gelombang II juga perlu juga adanya penyamaan persepsi dalam hal pelayanan.

"Perlu adanya penyamaan persepsi diantara pengawas biar terjadi persamaan dalam pelaksanaan Prosedur Operasional Baku (POB) seperti yang sudah disampaikan dari LTMPT," jelas Margana.

Baca juga: Langka, 10 Jurusan Ini Hanya Ada Satu di Indonesia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X