Kompas.com - 01/04/2021, 13:00 WIB
Siswa-siswi kelas I SDN Kepanjenlor-2 Kota Blitar mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (22/3/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANISiswa-siswi kelas I SDN Kepanjenlor-2 Kota Blitar mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (22/3/2021)

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebut, berdasarkan data Unicef Education 2020, Indonesia menjadi satu dia antara empat negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang hingga kini belum melalukan pembelajaran tatap muka.

Sekitar 85 persen negara di Asia Timur dan Pasifik, lanjut Nadiem, telah melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh, antara lain Vietnam, RTT, Kamboja dan Laos.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka harus dilakukan setelah semua guru mendapatkan vaksinasi Covid-19. Pasalnya, PJJ berkepanjangan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang negatif, seperti putus sekolah, penurunan capaian belajar hingga kekerasan pada anak dan risiko eksternal lainnya.

Baca juga: Dana BOS 2021, Mendikbud Nadiem: Gunakan untuk Persiapan Tatap Muka

"Di Indonesia muncul tren anak putus sekolah, penurunan pencapaian pembelajaran, di mana akses dan kualitas pembelajaran tidak tercapai dan menimbulkan kesenjangan ekonomi lebih besar," kata Nadiem Makarim dalam paparan SKB 4 Menteri yang disiarkan langsung di kanal Youtube Kemendikbud, Selasa (30/3/2021).

Guna meminimalisir dampak PJJ berkepanjangan, Pemerintah umumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melalui SKB 4 Menteri tersebut, pemerintah mendorong akselerasi (percepatan) pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Siswa belum ke sekolah setiap hari

Meski pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi opsi wajib di tahun ajaran baru yang bakal dimulai Juli 2021, namun kini sejumlah sekolah sudah boleh melakukan PTM dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Targetkan 17,9 Juta Siswa, Ini Cara Daftar KIP Sekolah SD-SMA 2021

Salah satunya SD Negeri 3 Pontianak Selatan. Ada sejumlah praktik baik yang dibagikan terkait persiapan dan pelaksanaan PTM yang dapat dicontoh satuan pendidikan lain, serta menjadi gambaran bagi orangtua.

Dalam PTM terbatas, siswa di SD Negeri 3 Pontianak Selatan tidak masuk sekolah setiap hari ataupun berada di sekolah dari pagi hingga siang seperti sebelum masa pandemi.

Siswa akan lebih dulu dibagi dalam kelompok belajar. Pembagian dilakukan seperti anjuran pemerintah, yaitu maksimal 50 persen kapasitas per kelas, sehingga dalam 1 kelas terdapat 2 kelompok belajar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X