KILAS

Soal Peta Jalan Pendidikan Indonesia, Rektor UPI: Sangat Urgen, tapi Harus Komprehensif

Kompas.com - 25/02/2021, 13:05 WIB
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Solehuddin menghadiri acara wisuda yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (24/2/2021). DOK. Humas UPIRektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Solehuddin menghadiri acara wisuda yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (24/2/2021).

KOMPAS.com – Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Solehuddin mengatakan, peta jalan pendidikan yang telah dirumuskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud) harus memiliki premis yang jelas.

"Peta jalan pendidikan sangatlah urgen, tapi harus dilakukan secara komprehensif dalam sebuah kerangka jelas dan terukur," kata Solehuddin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (25/2/2021).

Menurutnya, saat ini peta jalan pendidikan perlu diperjelas lagi premisnya, terutama untuk pendidikan di persekolahan.

"Inti dari transformasi pendidikan adalah peningkatan mutu sistem pembelajaran di sekolah, yang pada gilirannya dapat mewujudkan kualitas belajar siswa," paparnya.

Baca juga: Atasi Jenuh Kuliah Daring, UPI Inovasi Tatap Muka Moda Broadcasting

Premis peta jalan itu, kata Solehuddin, masih belum ditekankan secara tepat pada transformasi pendidikan.

“Perlu diingat juga, peta jalan pendidikan harus memperhatikan semua komponen penting dalam sistem pembelajaran, sehingga bisa membangu mutu proses belajar siswa," kata dia.

Beberapa komponen itu, meliputi mutu penyelenggaraan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), mutu kompetensi dan kinerja guru sebagai jabatan profesional, kurikulum sekolah yang terdiversifikasi, serta asesmen kompetensi siswa, pemetaan capaian standar dan umpan balik.

Pendidikan harus bangun budaya literasi

Solehuddin mengatakan, salah satu fakta empiris dibangunnya peta jalan pendidikan adalah rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah. Ini menyebabkan terjadinya low quality of education trap di Indonesia.

Baca juga: UPI Rekrut Calon Mahasiswa Lewat 5 Jalur Seleksi

“Artinya, jika literasi dan numerasi tidak diperkuat, maka jebakan mutu pendidikan rendah tidak bisa berubah secara signifikan,” kata dia.

Solehuddin mencontohkan Elizabeth Pisani, peneliti kebangsaan Amerika Serikat (AS) yang menetap di Inggris. Ia banyak menulis tentang pendidikan di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X