Wujudkan Kuliah S2 di Belanda Melalui Beasiswa StuNed Master 2021

Kompas.com - 21/02/2021, 16:30 WIB
Ilustrasi Belanda - Jalur yang bisa dilintasi oleh para pesepeda di Amsterdam. SHUTTERSTOCKIlustrasi Belanda - Jalur yang bisa dilintasi oleh para pesepeda di Amsterdam.
|

KOMPAS.com - Bagi lulusan S1 yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, mencari program beasiswa dilakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Apalagi bisa melanjutkan studi S2 di luar negeri.

Bagi kalian yang ingin melanjutkan studi S2 di Belanda, Beasiswa StuNed Master 2021 ini jangan sampai terlewatkan.

Merangkum laman nesoindonesia.or.id, pendaftaran Beasiswa StuNed telah dibuka untuk tahun akademik 2021-2022. Sistem pendaftaran Beasiswa StuNed dilakukan melalui platform DELTA, online application yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Bagi kalian yang tertarik mengikuti program beasiswa ini, dapat menemukan persyaratan pendaftaran Beasiswa StuNed serta format dokumen yang dibutuhkan.

Seperti motivation statement, co-funding statement, dan statement by employer yang perlu diunggah ke platform DELTA melalui tautan: https://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned/stuned-application-documents.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bahwa setiap universitas mempunyai tautan Delta tersendiri. Untuk mendapatkan tautan untuk pendaftaran Beasiswa StuNed, calon pelamar beasiswa harus mengontak pihak admission dari universitas di Belanda yang telah memberikan letter of admission.

Baca juga: Ingin Kuliah di Jepang? Mitsui Bussan Buka Beasiswa bagi Pelajar SMA

Persyaratan umum

  • Calon pelamar merupakan Warga Negara Indonesia, berdomisili di Indonesia dibuktikan dengan pindaian paspor.
  • Pendidikan minimal S1/D4 dan dapat menunjukkan bukti prestasi akademik (IPK min. 3.00) dibuktikan dengan transkrip dan ijazah yang dilegalisasi dengan tanggal dan tahun kelulusan tercantum di dalamnya.
  • Telah diterima tanpa syarat (unconditional) di salah satu program master yang diselenggarakan di Belanda oleh institusi pendidikan tinggi Belanda dibuktikan dengan Surat Penerimaan (letter of acceptance / admission letter) dari universitas di Belanda.
  • Diutamakan bagi pelamar dengan pengalaman kerja (minimal 3-4 tahun), yang relevan dengan bidang prioritas terutama mereka yang mempunyai kualitas kepemimpinan dan potensi kewirausahaan. 

Hal-hal yang harus diperhatikan

1. Calon pelamar tidak dapat menyimpan data yang diisi pada form pendaftaran pada platform DELTA. Proses pengisian form pendaftaran pada platform DELTA hanya dapat dilakukan dalam satu kali proses pengisian.

2. Sebelum memulai proses pendaftaran di DELTA, siapkan semua informasi dan dokumen yang diperlukan dalam proses pendaftaran.

3. Calon pelamar juga harus memastikan, telah memiliki seluruh dokumen yang perlu untuk diunggah sebelum proses pendaftaran. Setiap dokumen yang diunggah harus dalam format PDF dengan ukuran file tidak melebihi 5 MB. 

Baca juga: Pemerintah Turki Buka Program Beasiswa bagi S1, S2 dan S3

4. Calon pelamar hanya dapat mengajukan satu program studi tujuan untuk aplikasi beasiswa StuNed (tidak boleh double application).

Dokumen yang harus diunggah

  • Pada platform DELTA, ada 5 kategori dokumen yang harus diunggah ke dalam sistem
  • Pindaian paspor (diunggah dengan nama file: Applicant Full Name_Passport)
  • Academic Transcript and Certificate + English Language proficiency + Unconditional Offer letter (diunggah dengan nama file: Applicant Full Name_Academic Transcript-Certificate_English_LOA)

Baca juga: Bisa Pilih 7 Universitas di Jepang, Ajinomoto Buka Program Beasiswa S2

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X