Menag Sebut Dua Hal Kendala PJJ Madrasah

Kompas.com - 19/01/2021, 16:25 WIB
Kondisi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Athfal di Cikeusik Banten saat baru didirikan. Dok MI NURUL ATHFALKondisi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Athfal di Cikeusik Banten saat baru didirikan.

KOMPAS.com - Selama pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, secara otomatis juga semua instansi pendidikan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ).

Semua pelajar mulai PAUD hingga kuliah bisa menerapkan PJJ melalui daring, aplikasi online hingga tayangan TV.

Perubahan sistem belajar yang cepat ini memang perlu adaptasi oleh semua siswa. Meski begitu, kadang menimbulkan masalah tersendiri.

Baca juga: PJJ Alami Banyak Kendala di Tiap Daerah

Hal itu disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mengatakan adanya masalah PJJ bagi banyak siswa madrasah.

Melansir laman kemenag.go.id, Yaqut Cholil Qoumas mengungkap ada dua kendala yang menjadi catatan Kementerian Agama.

Pertama, berdasarkan klarifikasi dan investigasi tim Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, ada lebih dari 13 ribu madrasah berada pada area blank spot atau tidak terjangkau signal provider internet.

"Kami memiliki catatan, klarifikasi, serta investigasi di lapangan. Ada sejumlah 13.790 madrasah yang berada pada wilayah blank spot," ungkap Menag Yaqut dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (18/1/2020).

"Jadi mau diisi pulsa berapa pun tidak bisa dipakai. Ketidak tersediaan infrastruktur, saya kira menjadi faktor persoalan," imbuhnya.

Masalah kedua, Menag juga mengungkap masih ada madrasah yang berada di wilayah yang tidak mendapat aliran listrik. Setidaknya, ada sekitar 11.998 madrasah yang tidak mendapat aliran listrik.

Baca juga: Tips Manajemen Stres Selama PJJ bagi Siswa

"Kemudian 11.998 madrasah yang tidak ada atau belum teraliri listrik. Dan ini Indonesia di tahun 2021," ucapnya.

Menag Yaqut mengungkapkan, langkah yang harus ia ambil dalam situasi terkini adalah berkomunikasi langsung dengan pihak terkait.

Mulai dari provider telekomunikasi hingga penyedia layanan listrik, khususnya dalam hal memfasilitasi madrasah menjalankan PJJ.

"Tentu kami terus melakukan komunikasi baik dengan penyedia atau provider atau telekomunikasi provider ini untuk bisa memberikan fasilitas-fasilitas terkait dengan pembelajaran jarak jauh ini, dan dengan perusahaan listrik negara ada 11.998 madrasah yang belum teraliri listrik, bisa kemudian mendapat fasilitas PJJ yang diberikan oleh pemerintah," tuturnya.

Baca juga: Orangtua Tak Izinkan Belajar Tatap Muka, Sekolah Harus Tetap Fasilitasi PJJ

Kemenag juga terus berupaya mencari solusi alternatif untuk tetap memberikan pelayanan pendidikan bagi seluruh siswa madrasah di seluruh Indonesia. "Kendala ini menjadi catatan kami, dan terus kamu upayakan agar dapat segera teratasi," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X