Kompas.com - 19/01/2021, 10:03 WIB
Menteri Agama (Menag) RI, H Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut mengunjungi kediaman Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (25/12/2020) pagi. DOKUMEN GP ANSORMenteri Agama (Menag) RI, H Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut mengunjungi kediaman Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (25/12/2020) pagi.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) memperoleh kuota PPPK sebanyak 9.464 orang di tahun ini.

Angka itu masih sedikit dari formasi yang dibutuhkan.

Baca juga: Gaji Guru PPPK Sama dengan PNS

Nantinya kuota PPPK itu untuk guru madrasah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, dan dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Jumlah PPPK itu, kata dia, tidak sepadan dengan kebutuhan Kemenag yang membutuhkan sebanyak 68.064 orang.

"Jadi kuota formasi (PPPK) ini baru memenuhi 14 persen dari total kebutuhan tersebut," ungkap Gus Yaqut melansir laman Kemenag, Selasa (19/1/2021).

Dia merinci, secara nasional ada kekurangan untuk 27.641 guru di madrasah, 36.866 guru PAI, dan 3.557 dosen PTKI.

"Untuk itu, diperlukan upaya penambahan kuota untuk formasi rekrutmen PPPK tahun 2021 dalam memenuhi kekurangan" ungkap Gus Yaqut.

Demi menginginkan penambahan kuota PPPK, bilang dia, Kemenag akan menjalin komunikasi dengan Kemendikbud dan KemenPAN-RB.

Karena, Kemendikbud memiliki kuota yang mencapai lebih dari satu juta.

Menag juga telah menyiapkan surat untuk dikirim ke KemenPAN-RB tentang usulan penambahan kuota rektrutmen guru dan dosen di lingkungan Kemenag.

Baca juga: Puluhan Tahun Mengabdi, DPR: Guru Honorer Perlu Diangkat Jadi PPPK

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X