Kompas.com - 08/12/2020, 11:31 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro menyerahkan simbolis produk inovasi kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil disaksikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno, Selasa (8/12/2020). Tangkapan layar Zoom Pemprov Jawa BaratMenristek Bambang Brodjonegoro menyerahkan simbolis produk inovasi kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil disaksikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno, Selasa (8/12/2020).
|

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia membuat perubahan besar. Salah satunya semakin banyak riset dan inovasi

Hanya saja, karena pandemi semua dituntut bergerak cepat agar bisa terlepas dari masalah ini. Tak hanya pemerintah dan lembaga penelitian, perguruan tinggi di Indonesia juga turut andil bagian.

Maka tak heran jika telah banyak riset dan inovasi yang dihasilkan sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19. Bahkan telah diproduksi massal untuk kebutuhan masyarakat di Indonesia.

"Saat pandemi ini, ada pasien yang gagal ditolong karena rumah sakit kekurangan ventilator," ungkap Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D., pada Inovasi Indonesia Untuk Penanganan Covid-19 di Jawa Barat, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Menristek Resmikan Gedung Bioteknologi Ubaya, Ini Fokus Kedepannya

Peneliti didorong terus berinovasi

Menurut Menristek, selama ini banyak ventilator yang didatangkan langsung secara impor. Karenanya harga ventilator sangat mahal.

Namun dengan adanya inovasi dari dalam negeri, maka kebutuhan ventilator yang harganya lebih terjangkau kini bisa tercukupi bagi rumah sakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Memang karena kemudahan fasilitas dari para vendor, 94 persen alat kesehatan adalah impor. Mulai dari alat canggih hingga sederhana, semua harus impor," kata Bambang Brodjonegoro.

Padahal, beberapa alat untuk swab tes dari luar negeri itu yang berbentuk sederhana bisa dibuat di dalam negeri. Dengan pandemi ini, semua bisa dibuat di Indonesia.

Untuk itulah Menristek berharap pada para peneliti di Indonesia untuk tak berhenti melakukan riset dan inovasi yang kemudian bisa menghasilkan karya yang relevan dengan kondisi pandemi.

"Kita tidak boleh menyerah dan harus terus melakukan inovasi. Inovasi bisa menjadi solusi," ujar Bambang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.