Menristek: Negara ASEAN bersama Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0

Kompas.com - 26/11/2020, 05:07 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro. Tangkapan layar Youtube Kemenristek/BRINMenristek Bambang Brodjonegoro.
|

KOMPAS.com - Era revolusi industri 4.0 saat ini mempengaruhi banyak sektor industri. Tentu hadirnya teknologi canggih ini menuntut semua pihak untuk berkompetisi.

Hanya saja, fenomena ini berpotensi melahirkan ketimpangan antara pihak yang mampu beradaptasi cepat dan dengan pihak yang beradaptasi dengan lambat.

Demikian diungkapkan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional ( Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro pada " ASEAN Workshop on 4th Industrial Revolution: Artificial Intelligence Implementation in Energy Efficiency, Cyber Security, and Agriculture" secara daring, Selasa (24/11/2020).

Adapun acara ini yang digelar 24-25 November 2020 ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam ASEAN COSTI 76 Meeting 2019 yang tahun sebelumnya diadakan di Bali.

Baca juga: Menristek: Inovasi, Solusi Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Hasil acara hari ini akan menjadi referensi tindak lanjut proyek menuju penyusunan apa yang disebut "ASEAN Innovation Roadmap" dan pengembangan "Future Regional Concept Paper on Joint Research of Artificial Intelligence in ASEAN".

"Untuk mencapai tujuan tersebut, saya percaya program ini akan efektif mengumpulkan peran kontributif kita untuk mengatasi masalah mendasar tentang keprihatinan perubahan cepat oleh Revolusi Industri 4.0," terang Menristek.

Dijelaskan, Indonesia yang merupakan bagian dari ASEAN menjalankan peran aktifnya pada COSTI melalui Kemenristek/BRIN.

Bagi Menristek, makna revolusi industri 4.0 bagi ASEAN itu harus lugas, yaitu membuat ASEAN melakukan sesuatu dengan lebih baik, lebih cepat, lebih murah, lebih kompetitif di posisi dunia.

"Bahwa jika kita bekerja sama dalam optimisme mengembangkan inovasi untuk tujuan bersama, bersama kita akan meninggalkan warisan yang sangat penting untuk dilihat dunia," terang Menristek Bambang.

Susun langkah hadapi revolusi industri 4.0

Pada kegiatan itu, para negara anggota ASEAN COSTI telah bersepakat dan menetapkan komitmen untuk menyusun langkah-langkah guna menyiapkan negara-negara di ASEAN dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan menuju Masyarakat Industri ke-5.

Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai indikator kebutuhan bersama yang harus disiapkan menghadapi disruptive technology, identifikasi sektor ilmu pengetahuan teknologi, dan inovasi.

Tentu yang didanai dapat menjawab kebutuhan tersebut dan menetapkan pembagian tugas kepada negara-negara yang akan menjadi country coordinator bidang/sektor yang telah diidentifikasi berdasarkan keunggulan dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing negara.

Sedangkan menurut ASEAN COSTI Chairman Prof. Andy Hor, ini adalah bentuk kolaborasi dan kerja sama bersama anggota ASEAN COSTI demi mewujudkan tujuan bersama.

Baca juga: Menristek: Naik Level, Habibie Prize Dirancang Layaknya Nobel

Workshop ini mengundang berbagai narasumber dari berbagai latar belakang, seperti Akademisi, Pemerintah, Komunitas, dan Industri untuk berbagi ilmu dan perspektif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X