Kompas.com - 18/11/2020, 22:18 WIB
Guru kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri, Umi Nafiul Husna memperlihatkan nilai siswa sebelum diunggah ke aplikasi raport digital di rumahnya di Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (21/6/2020). Aplikasi raport digital berbasis Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) tersebut dapat diakses oleh orang tuan siswa tanpa harus mengambil raport ke sekolah guna mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/PRASETIA FAUZANIGuru kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri, Umi Nafiul Husna memperlihatkan nilai siswa sebelum diunggah ke aplikasi raport digital di rumahnya di Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (21/6/2020). Aplikasi raport digital berbasis Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) tersebut dapat diakses oleh orang tuan siswa tanpa harus mengambil raport ke sekolah guna mengantisipasi penyebaran COVID-19.

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar asesmen kompetensi bagi guru, kepala, dan pengawas madrasah pada 19-23 November 2020. Proses asesmen akan dilakukan oleh Kanwil Kemenag Provinsi di seluruh Indonesia.

"Ada 269.711 guru, kepala, dan pengawas madrasah yang terdaftar akan ikut uji kompetensi mulai besok hingga 23 November 2020, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan," ucap Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani, melansir laman Kemenag, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Asesmen Nasional 2021 Dinilai Masih Butuh Banyak Pengembangan

Dia mengaku, peserta dapat melihat hasil asesmen kompetensinya melalui akun Sistem Informasi dan Tenaga Kependidikan (Simpatika) yang dimiliki masing-masing individu.

Menurut pria yang akrab disapa Dhani ini, asesemen kompetensi guru, kepala, dan pengawas madrasah ini bertujuan mengetahui tingkat dan gambaran informasi umum kompetensi mereka sesuai standar yang telah ditetapkan.

Lalu, asesmen juga penting untuk memetakan sebaran dan kompetensi mereka sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan jenis pembinaan dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

"Asesmen dilakukan juga untuk menyusun rapor kompetensi yang akan menjadi acuan pihak terkait dalam pengembangan keprofesionalan guru, kepala dan pengawas madrasah," ungkap dia.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah M Zain menuturkan, asesmen kompetensi akan diikuti semua guru, kepala dan pengawas madrasah pada semua jenjang di 34 provinsi; mulai jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) yang memenuhi persyaratan.

Guru MI misalnya, adalah mereka yang mengajar mata pelajaran guru kelas. Guru MTs, mereka yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA Terpadu, dan Bimbingan dan Konseling.

"Guru MA adalah pengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Bimbingan dan Konseling. Akan ikut asesmen juga, Kepala Madrasah, termasuk Kepala RA, dan pengawas pada Madrasah," jelas dia.

Zain merinci, dari 204.238 guru yang ikut asesmen. Jumlah ini terdiri atas 102.350 guru MI, 66.012 guru MTs, dan 35.876 guru MA.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.