Menag Dorong Pesantren Jadi Motor Pembangunan Indonesia

Kompas.com - 28/10/2020, 21:10 WIB
Gubernur  NTB, Zulkieflimansyah dan Mentri Agama Facrul Rozi sempat kontak dan nampak bergantian tiadak tepat mengenakan masker, Kamis (17/9/2020), saat Menag melakukan kunjungan ke Mataram, NTB, 16-17 September 2020, sebelum Menag dinyatakan Positif covid19. Menag dinyatakan  positif covid19 17 September 2020, setelah dari NTB. IstimewaGubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Mentri Agama Facrul Rozi sempat kontak dan nampak bergantian tiadak tepat mengenakan masker, Kamis (17/9/2020), saat Menag melakukan kunjungan ke Mataram, NTB, 16-17 September 2020, sebelum Menag dinyatakan Positif covid19. Menag dinyatakan positif covid19 17 September 2020, setelah dari NTB.

KOMPAS.com - Menteri Agama ( Menag) Fachrul Razi mendorong pemberdayaan bisnis dan ekonomi di lingkungan pesantren. Upaya ini dijalankan demi menjadikan pesantren sebagai motor pembangunan bangsa Indonesia.

" Pesantren dan santri harus bangkit sebagai salah satu motor pembangunan bangsa dalam spirit keislaman dan keindonesiaan," ucap Menteri Fachrul melansir laman Kemenag, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Menag Optimis Pesantren Bisa Lewati Pandemi Covid-19

Menurut dia, pemberdayaan ekonomi pesantren tidak untuk menggeser jati diri pesantren sebagai lembaga pendidikan dan tafaqquh fiddin yang telah mengakar di tanah air.

"Pemberdayaan ekonomi pesantren justru memberikan energi dan kekuatan kepada pesantren agar lebih Mandiri dan menebar manfaat bagi lingkungan sekitar," jelas dia.

Maka dari itu, dia mengapresiasi pelaksanaan Mukernas Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) yang ke-1.

"Bersyukur dan berbahagia pada hari ini berkesempatan secara virtual menyertai Mukernas Himpunan Ekonomi dan Bisnis pesantren," ucap dia.

Momen ini, lanjut dia, juga menjadi lebih bermakna, karena belum lama ini telah memperingati hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober 2020.

Dia berharap, melalui Mukernas Hebitren bisa memperoleh sinergi dalam meningkatkan pemberdayaan pesantren yang saat ini berjumlah sekitar 28 ribu lembaga dengan 18 jutaan santri.

Baca juga: Kemenag Salurkan Bantuan ke 8 Pesantren Terkonfirmasi Covid-19

"Ekonomi pesantren sedang tumbuh bersemi sebagai mata rantai kebangkitan ekonomi umat. Maka sinergi dan kerjasama antar lintas Kementerian/Lembaga (K/L) diperlukan dalam memberdayakan ekonomi di pesantren," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X