Ini Komitmen Indonesia dan Uni Eropa di Bidang Riset dan Inovasi

Kompas.com - 20/10/2020, 07:56 WIB
Vincent Piket (Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia) dan Prof. Bambang Brodjonegoro (Menteri Riset dan Teknologi) Indonesia pada European Research Days 2020. Tangkapan layar European Research DaysVincent Piket (Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia) dan Prof. Bambang Brodjonegoro (Menteri Riset dan Teknologi) Indonesia pada European Research Days 2020.
|

KOMPAS.com - Tahun 2030, bangsa Indonesia akan memasuki bonus demografi. Atau, pada rentang waktu tersebut, diperkirakan penduduk usia produktif Indonesia lebih besar.

Tak hanya itu saja, Indonesia juga sudah memiliki visi 2045 akan menjadi negara maju dan berpendapatan tinggi. Untuk itu, diperlukan persiapan matang sejak saat ini. Salah satunya terus meningkatkan kerja sama bidang riset dan inovasi.

Demikian diungkapkan Menteri Riset dan Teknologi ( Menristek) RI, Prof. Bambang Brodjonegoro pada "Konferensi Pers Virtual European Research Days 2020", Senin (19/10/2020) sore.

Baca juga: Menristek: Bahan Bakar Nabati Sawit Jadi Harapan Baru Indonesia

Ubah SDA jadi inovasi

Menurut Menristek Bambang, bonus demografi dan visi Indonesia 2045 itu harus benar-benar diwujudkan. Untuk itulah pihaknya akan mengubah paradigma pembangunan di Indonesia.

Yakni mengubah paradigma dari pembangunan sumber daya alam (SDA) menjadi inovasi dari sumber daya manusia. Karenanya, penting sekali belajar dari pengalaman negara-negara di Eropa.

"Kita bicara negara maju di Eropa itu sudah lama dengan memanfaatkan sumber daya manusianya. Ini karena mereka tidak pernah berhenti berinovasi," terang Menristek Bambang.

Karena itu, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) bekerja sama dengan Uni Eropa menyelenggarakan European Research Days (ERD) 2020.

Tema yang diusung "Boost Your Research Career in Europe". Kegiatan yang difasilitasi oleh EURAXESS ASEAN ini menghadirkan rangkaian webinar mulai dari 19-26 Oktober 2020.

"Indonesia sangat menghargai insiatif European Research Days yang membuka kesempatan bagi para pakar Indonesia untuk menumbuhkan karir riset di Eropa," ungkap Menristek.

Ditambahkan, Uni Eropa sendiri telah lama menunjukkan komitmennya bagi kemajuan Indonesia. Tak hanya di sektor pendidikan secara umum, tetapi juga di bidang riset, teknologi dan inovasi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X